Friday, July 30, 2010

#26 Merantau

saya dibesarkan dari keluarga biasa saja. saya bungsu dari tiga bersaudara, selalu menerima lungsuran dari kedua kakak perempuan saya, entah itu baju atau barang, semuanya bersifat hibah. kami bertiga memang dibesarkan untuk menjadi perantau. saya ingat, saya sudah merantau dari kecil, ketika orang tua saya harus bertugas keluar kota, saya biasa dititipkan kadang ke Tante atau Oma saya.

bagi saya merantau itu adalah sebuah “perjalanan” untuk “menemukan”.

ketika kau melakukan perjalanan, kemanapun kau pergi, dengan siapa kau berada, sendiri atau bersama orang lain, kau telah merantau. kemudian ketika perjalanan itu kau lakukan, kau akan menemukan sesuatu, entah itu sesuatu yang kelihatan atau sesuatu yang tidak kelihatan. ketika itulah kau telah merantau.

masa kecil saya dipenuhi dengan merantau, saya banyak melakukan “perjalanan” dari mulai tinggal di rumah adik Papa saya, rumah adik Mama saya, rumah tua keluarga kami yang ditinggali oleh Oma saya. tentu saja, orang tua saya selalu mengunjungi saya, kami bertemu, beberapa saat saya juga sempat ikut bersama mereka. tetapi melakukan “perjalanan” sudah menjadi bagian dari hidup saya. mereka membuat saya hidup. 

keputusan untuk kemudian sekolah keluar, sejak lulus SMA, juga merupakan salah satu bentuk “perjalanan” yang kemudian saya lakukan. akhirnya saat ini, sudah sepuluh tahun saya di luar. saya banyak “menemukan”. temuan-temuan tersebut kemudian membentuk pribadi saya. mempengaruhi cara berpikir, bersikap, berperilaku. saya menemukan banyak pengalaman-pengalaman yang akhirnya membuat saya mengerti bagaimana caranya supaya lebih luwes menghadapi kehidupan.

kenapa lebih luwes? saya pikir ketika “merantau” kau akan banyak bertemu dengan sisi liar kehidupan, dan sisi liar itu kadang bisa ditaklukan, bisa juga diajak berteman. disinilah keluwesanmu akan teruji. bukan hanya soal cerdas menghadapi hidup, namun juga kreatif. “perjalanan” yang dilakukan akhirnya membuat saya “menemukan” makna dari hidup itu sendiri. untuk itu, saya sangat berterima kasih kepada merantau. kalau tidak percaya, silakan uji dirimu sendiri, pergilah dan mulai lakukan “perjalanan”.

merantau di luar, juga membuat saya “menemukan” apa yang menjadi passion saya. passion saya yang adalah: mencipta. saya akan mencipta sesuatu dengan kedua tangan saya. karena saya percaya, setiap kita adalah pencipta-pencipta kecil, yang mampu membuat Surga di bumi, dengan tangan kecil kita, yang kosong dan miskin ini.

1 comment:

  1. Ikutin passion lo, kejer yg lu cari, dan bagi ke orang-orang yg lu sayang dan selalu nunggu elu, The ... =)

    ReplyDelete

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...