theoresia rumthe dan project-nya.





foto oleh meicy sitorus


Theoresia Rumthe adalah perempuan asal Maluku, lahir di Ambon, pada 16 Oktober 1983. Saat ini tinggal di Bandung. Sempat aktif menjadi penyiar radio selama kurang lebih sepuluh tahun. Kesehariannya kini diisi dengan mengajar seni berbicara di depan umum (public speaking), membuat acara pembacaan puisi, atau terlibat dalam percakapan-percakapan menarik di sudut warung kopi. Ia senang mengumpulkan 'sebuah catatan harian' pada buku catatan kecilnya yang suka ia bawa kemana-mana. 

Ia pernah menerbitkan Kumpulan Puisi di Buku Rona Kata bersama teman-teman perempuannya pada tahun 2010, menulis cerita pendek juga di Buku Perkara Mengirim Senja, tribute to Seno Gumira Ajidarma pada tahun 2012. Lalu bersama-sama dengan enam teman lainnya, menerbitkan Buku Menuju(h) pada tahun 2012, yang diterbitkan oleh Gagas Media. Buku kumpulan puisinya Tempat Paling Liar di Muka Bumi, yang ditulis bersama kekasihnya, Weslly Johannes, terbit pada September 2016, dan kini cetakan kedua-nya dapat ditemukan di toko-toko buku kesayangan. Beberapa tulisan di blog perempuan sore, bertajuk buku Perempuan Sore diterbitkan oleh penerbit Rak Buku (Bookslife) pada November 2017. Pun pada akhir 2017, dua puisinya ikut dimuat dalam buku "Akulah Damai" yang diterbitkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme bersama dengan penyair-penyair lainnya dari 32 Provinsi di Indonesia. 


Tulisan-tulisannya yang lain bisa ditemukan di moluccaproject. Sebuah proyek tentang catatan harian perempuan dengan rambut keritingnya bisa kamu lihat di @memeliharakeriting. Silakan kontak Theoresia Rumthe melalui alamat surelnya di theoresiarumthe@yahoo.co.id atau beberapa akun media sosialnya, twitter - @perempuansore dan instagram - @theoresiarumthe.


***


No comments:

Featured Post

Sebuah Catatan Tidak Kreatif Tentang Cara-Cara Tidak Kreatif Untuk Mencintai

Cara-cara Tidak Kreatif Untuk Mencintai, adalah sebuah buku yang sedang kamu tunggu. Ia lahir sebentar lagi, tepat di 16 A...