Thursday, July 15, 2010

#14 Kue Moci

sepotong kue moci yang muncul hari ini, adalah inisial. secara tiba-tiba mungkin telah menjadi satu tanda, satu kejutan yang mungkin telah dipersiapkan untukku. satu hal yang kadang tidak pernah kumengerti, dan tidak mau kumengerti juga, cukup dirasa. mungkin saja dengan merasa, hati punya insting yang lebih jago.

menyicip kekenyalan kue moci, yang berasa lembut di lidah, seakan-akan pertanda bahwa sekeras apapun cinta hadir, ia selalu punya sisi kenyal. yang membuatmu kepingin menggigit lagi dan lagi. membuat mulutmu tidak berhenti mengunyah.

kehadiran dalam keterkejutan, seharusnya membuat siapapun itu lebih terbuka untuk memeluk. menyediakan halaman luas di dalam hatinya, untuk ia hadir. singgah sebentar maupun bermalam lama. keterkejutan memiliki esensinya sendiri, tinggal bagaimana meresponinya. muka merah. deg-degan. geli perut. tidak bisa tidur lagi, sehingga ada kantung di bawah mata.

ada kue moci di atas meja. itu pertanda kencan pertama. sekaligus kehadiran cinta, walau bukan untuk yang pertama kalinya. biarkan aku terkejut, tanpa harus mengerti. biar semuanya melebur, menyatu dalam rasa.

terlalu banyak yang buat aku terkejut, salah satu diantaranya adalah jalan seorang laki-laki dengan seorang gadis.

(2010)

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...