Friday, July 30, 2010

#25 tidak bilang-bilang

saya tidak bilang-bilang kalau saya masih suka. saya tidak bilang-bilang kalau saya masih cinta. saya tidak bilang-bilang kalau saya suka bibirmu. saya tidak bilang-bilang kalau saya suka melihat jari-jari tanganmu. saya tidak bilang-bilang kalau saya suka melihat kerut di sekitar matamu.

saya tidak bilang-bilang kalau saya suka melihat lengkung senyummu. saya tidak bilang-bilang kalau saya masih menyimpan sms-sms gombalmu. saya tidak bilang-bilang kalau saya suka sekali mengingat jalan-jalan kita. saya tidak bilang-bilang kalau seringkali diam-diam saya mengulangi jalan-jalan kita, sendirian saja.

saya tidak bilang-bilang kalau saya suka mendengar suaramu. saya tidak bilang-bilang kalau saya suka gayamu yang sedikit konvensional. saya tidak bilang-bilang kalau saya suka caramu memperhatikan. saya tidak bilang-bilang kalau saya suka detailmu. saya tidak bilang-bilang kalau saya selalu bermimpi bisa duduk lama-lama denganmu.

saya tidak bilang-bilang kalau saya tidak suka perpisahan. saya tidak bilang-bilang kalau saya selalu kepingin bertemu denganmu dari pagi ke pagi lagi. saya tidak bilang-bilang kalau saya suka wangi tubuhmu, wangi yang selalu menempel di tubuh saya juga. saya tidak bilang-bilang kalau biasanya selesai itu, saya malas mandi, supaya wangi tubuhmu tidak hilang, menempel di tubuh saya lebih lama. saya tidak bilang kalau kemudian setelah itu hidung saya menjadi terlalu sensitif, kemanapun saya pergi, pasti ada wangi tubuhmu.

saya tidak bilang-bilang kalau saya ingin mengajakmu duduk di bangku renta, lalu bercerita, saya tatap matamu lama, saya elus pipimu lembut, kemudian kecup.



lalu kita bercumbu lama,

dan saya tetap tidak bilang-bilang.

1 comment:

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...