Saturday, May 3, 2014

Bukankah Hidup Ini Penuh Dengan Teka Teki












Saya percaya kepada hal-hal kecil yang bukan kebetulan. Saya mencatat pengalaman-pengalaman yang saya anggap sebagai sesuatu yang penting. Termasuk mencatat mimpi ketika tidur.

Ada satu masa di mana hampir setiap kali saya mendapat mimpi, saya mencatatnya. Saya punya sebuah notes kecil di dalam handphone saya, saya mencatatnya di sana. Aneh, ketika saat ini saya membaca kembali catatan mimpi saya yang begitu absurd. Lalu menemukan sejumlah teka teki di sana.

Oh ya, hidup adalah teka teki. Setiap kita harus memecahkannya. Ketika bangun di pagi ini, saya membuka pintu kamar saya lebar-lebar, melakukan gerakan-gerakan olah raga ringan, meminm air putih yang banyak, membaca sedikit, lalu menulis sedikit, lalu meluangkan waktu untuk berpikir.

Ada satu hal yang saat ini sementara saya pikirkan dalam-dalam. Tentang manusia. Apa yang membuat hati manusia begitu keras, sehingga sulit sekali untuk diubah. Atau apa yang membuat seorang manusia itu selalu tinggal di dalam keadaan yang begitu angkuh untuk tidak mau berubah, dan kenapa sih seseorang tidak mau berubah untuk kebaikannya sendiri?

Muncullah seorang laki-laki dengan mata yang sangat indah. Tiba-tiba saya ingin berkata I wish to say I love your eyes. Hanya berharap untuk mengatakan kata-kata itu. Belum sampai hati untuk mengucapkannya. Belum sampai hati untuk keluar dari mulut saya.

Tetapi saya jatuh cinta dengan matanya. Saya selalu jatuh cinta dengan mata laki-laki yang penuh dengan kesedihan. Atau jangan-jangan itu adalah mata saya. Lalu laki-laki itu hanya muncul di dalam mimpi saya. Di dalam mimpi itu saya begitu sedih karena laki-laki itu begitu keras kepala, ia enggan berubah. Tetapi saya mencintainya. Bukankah hidup ini penuh dengan teka teki.


Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...