Tuesday, July 6, 2010

#6 Debu

lenyap bersama hitam, menyembul di balik trotoar. menyusuri aspal, dibawa terbang angin. lengket kesana dan kemari, seperti tak punya rumah sendiri. kecil dan rapuh, sepertinya mudah di goyahkan, sepertinya mudah di hancurkan.

kadang kasat mata, teracuhkan oleh lampu merah jalanan. di bawa pergi oleh mandi. mengalir ke dalam saluran pembuangan. tertelan di antara rak-rak buku tebalmu. ada diantara ventilasi jendela kamarmu. mengendap perlahan di dalam lantai kamarmu.

bersahabat akrab dengan kemoceng, sapu Pak Jum, layar tivi, layar netbookmu, menghuni kamarmu berhari-hari, menunggumu pulang dalam sunyi. berteman baik dengan laba-laba. mengintip keranjang mandimu, berdesakan di kolong tempat tidurmu.

bukan sesuatu yang spesial. bukan sesuatu yang indah. tidak layak untuk menghiasi, segala kerapihan yang kau miliki. justru sebaliknya selalu mengotori. dan membuat kau harus mencuci kakimu berulang-ulang, takut kena kuman.

aku ini debu, nyempil diantara sepatu dan bau kakimu untuk belajar cinta itu apa.

(2010)

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...