Friday, May 28, 2010

Jus Cinta

pagi ku bangun hendak ke pasar simpang
berniat membeli cinta di keranjang rotan tua
ada sekilo, seperempat, atau mungkin beberapa buah saja
keranjang rotan tua masih mengantuk, ia tampak letih
bangun pagi melulu.

akhirnya ku beli juga,
dengan beberapa uang logam saja
kubawa pulang, dan taruh di kulkas
kupikir, lucu juga kalau hari ini aku buat jus cinta
ah, sebentar lagi saja, sekarang tidur siang dulu, pikirku.
lagipula, kasurku sedang kangen aku.

sorenya aku bangun, menuju kulkas
blender sudah siap di meja
aduh, cintaku busuk semua.

(2010)

Hujan Mengantuk

ada hujan mengantuk di jendela
bulirbulirnya menguap lebarlebar
kepingin masuk dan tidur bersama
tapi kau sibuk, mengetik, berkelakar
dengan netbook barumu
hujan mengantuk tapi tak kunjung rebah
menanti katakatamu meliriknya
ia setia mengantuk di jendela
menunggumu, mempersilakan ia masuk
entah sampai kapan

(2010)

Thursday, May 27, 2010

Bibir Rasa Awan

langit cerah sekali
seperti baru selesai mandi
mukanya kinclong
wangi pula
aku mau bermain ke langit
nongkrong di perempatan
menunggu hujan lewat
kemudian kita duduk di beranda
berdua saja, menghabiskan bercangkir cangkir
kopi dari awan.
“ah, bibirmu rasa awan, Jan.”

(2010)

Wednesday, May 26, 2010

Alina

perempuan yang berpikir dengan punya senja, ia sudah dapat segalanya. hey Alina! perempuan bodoh kau. mau saja percaya pada laki-laki yang tega melukai senja, hanya untuk mendapatkan hatimu.

mendadak aku tak suka senja. karena senja lagi doyan pakai hitam. hari ini, senja sehitam kecap. bentuknya mirip telur dadar. aku kunyah. masuk pelan kedalam kerongkongan, kemudian usus, lalu sekarang senyap di perutku.

redup.

jangan pernah kau lukai senja hanya untuk seorang perempuan. kau paham. jangan pernah kau terima hadiah senja dari siapapun juga. kau paham.

sekarang ketika sore tiba, dan kau mencari senja. sudah di sini. di perutku.

kau mau lukai aku juga?

(2010)

Monday, May 24, 2010

Sepatu Kaca

lalu sepatu kaca
mulai bosan dengan cinderella
ia bilang kaki cinderella bau
dan berencana mau mencari kaki lain saja
yang bisa dipakai tanpa bau

cinderella lalu pergi ke bulan
mencari sepatu baru
ia baru sadar, kalau ternyata
sepatu kaca, tak bening
seperti kelihatannya

(2010)

Liburan

aku mau liburan
ke pelukmu
bermalam
kalau perlu
tak pingin pulang

(2010)

Thursday, May 20, 2010

Hujan Pakai Blush-On

Hujan menjemput. Ada yang beda dari wajahnya. Sesuatu. Tapi entah apa. Ketika aku perhatikan, rambut bukan, alis biasa, hidung tidak, lipstik? Hum. Itu bukan lipstik tapi lipgloss. Tetap ada yang beda, tapi apa ya?

Ketika sedang di mobil, ia mencari-cari sesuatu di tas jinjingnya. Jari-jari lentiknya mengaduk-aduk kesana kemari.

“Cari apa sih?” tanyaku penasaran.

“Aduh, kacaku kemana ya? rasanya tadi ada deh, di tas.” Balasnya tidak memandangku sama sekali, masih terus mencari.

Mobil meluncur. Tape mungil di dashboard pelan berjoget, menghentakkan kakinya sendiri.

“NAH! INI DIA. INI YANG AKU CARI.” Teriak hujan tiba-tiba mengagetkanku.

“Apa sih?” tanyaku penasaran sambil melihat ke arah genggaman tangannya.

“Kaca dong, Cin! Mau cek nih blush-on aku masih rata apa tidak.”

Ah! Ternyata itu jawabannya. Sesuatu yang beda itu ternyata: blush-on.

“Kamu pasti pakai yang waterproof ya?” kataku sambil menoyor kepalanya perlahan.

(2010)

Wednesday, May 19, 2010

Tungku

aku puasa makan nasi. sekarang aku makan katakata.
mengunyahnya. menelannya.
hey! di perutku tumbuh pohon kalimat

kelak kupukupu akan berteduh
baca di bawahnya
buku berjudul: si peramu kata

kelak pohonku berbuah
rindang buahnya matang daunnya
kau mau?

kubagi resepnya saja ya,
kutulis di tungku.

(2010)

Celana Cutbray Hujan

Celana cutbray hujan kedodoran, entah karena hujan yang kurang makan atau memang sedang menghemat pengeluaran. Tak pernah hujan seperti itu.

Ibu warung nasi disebelah juga kebingungan, tiap kali hujan mampir, ia selalu pesan indomie lagi. Indomie lagi.

Lagi doyan aja Bu, bosan kan, makan nasi terus. Begitu jawabnya tiap kali ditanya.

Celana cutbray hujan kedodoran, entah karena hujan yang kurang makan atau memang sedang menghemat pengeluaran.

Rambut gondrongnya pun kini berubah: jadi keriting.

(2010)

Monday, May 17, 2010

Bulan Di Pipi

ada bulan di pipimu
aku gemas, pantas saja
malam gelap sekali

ingin ku petik bulan di pipimu
dan ku tambahkan sedikit blush-on
supaya malam tak pucat lagi

(2010)

Doa

malam sebelum tidur
“Tuhan aku ingin jatuh cinta lagi”
begitu kirakira.

jawab Tuhan begini,
“kalau aku ingin jatuh cinta lagi,
Aku berdoa pada siapa?”

(2010)

Menikah Di Bulan

cita citaku sederhana saja
aku ingin menikah di bulan
dengan gaun merah muda

penghulunya hujan
pakai batik bersahaja
ucap ijabkabul pelanpelan

aku berangkat ke bulan
beserta penghulu hujan
kau ketinggalan.

(2010)

Tadi Malam

tidurku tak nyenyak
banyak kupukupu mati di bawah bantal

pagi, ku bangun
aroma kopi tak wangi lagi.

(2010)

Friday, May 14, 2010

Bergereja Itu Dimana Saja

kadang saya merasa Tuhan sembunyi.

padahal tidak. Dia ada di dalam kotak kardus mainan yang saya biasa gunakan jadi mobilmobilan jaman saya kecil dulu.

Tuhan juga biasa berbagi sikat gigi dengan saya di kamar mandi, Ia suka memencet odol dari atas, padahal saya yang rapih ini harus dari bawah.

Tuhan suka naik angkot Cicaheum-Ciroyom, duduk di ujung belakang, dengan kaki agak dilipat, sendal jepit berdebu, jeans potong, dan rambut gondrongnya tergerai. MAK! sexy GILA! sementara kupingNya teliti, mendengarkan cerita mbak-mbak di sampingNya yang baru diputusin pacarnya.

perut lapar dan tak punya uang, juga pernah di rasakanNya. itu hal biasa. Ssshhh! diamdiam Tuhan suka puasa juga, kalau tidak punya uang.

kegelisahan, ketakutan----bahkan menangis. bantalNya suka basah, bukan karena mengompol. ehem, tapi menangis semalam suntuk, menemani saya yang tak bisa tidur. besok pagi terpaksa deh mataNya bengkakbengkak.

Tuhan ada di dalam tas punggung saya. notes dan pensil, yang suka saya bawa kemanamana, suka laporan. katanya: notes dan diary saya suka dibacaNya diamdiam.

sebel saya, sama Tuhan. bacabaca tulisan orang. tapi saya senang, kalau hari ini, saya tetap bergereja, walau hanya di dalam ruang siaran.

karena ternyata Tuhan ada di mulut saya: di mic yang saya pakai.

(2010)

Sekat

andaikan kau milikku
oh bulan sabit pucat

kan kupeluk pipih tubuhmu rapat
kucumbu lengkung bibirmu lamat
berbisik: aku mencintaimu lambat

lagilagi selalu ada sekat.

(2009)

Sendal Jepit Bulan

: "bulan, cintaku padamu mirip sendal jepit,
tampilannya kucel sederhana,
hanya sembilan ribu perak di kios depan.
tapi tahan lama rentan putus,
empuk buatmu nyaman selalu.
kau bisa memakaiku sesukamu
rasakan pelukanku di antara jempol dan telunjuk kakimu"

malam ini bulan menangis: sendal jepitnya hilang.

(2009)

Menikahi Bulan

rindu aku satu
menyisir rambut kusut bulan
memayet gaunnya dengan bintang
supaya gaun perak itu berkilau
dan tak pucat lagi
kemudian menikah dengannya

jawab bulan
“ya. saya tidak bersedia.”

(2010)

Thursday, May 13, 2010

Surat Cinta

aku mau surat cinta
di amplop bungabunga
supaya bunganya
bisa kutanam
di lapang hati
kupukupu melompat
kesana kemari

pagi ini
pak pos datang
bawa amplop ungu
isinya bungabunga
layu.

(2010)

Selimut Hujan

dulu
kita sering tidur di bulan
berselimutkan hujan
bercinta

kau bisikku
“hey bulan kedinginan
butuh selimut hujan”
kita terus bercinta

sekarang
kau hangatkan bulan
giliran hujan
kedinginan.

(2010)

Friday, May 7, 2010

Mengejar Kelip

ke rumahmu aku semalam
kau tak ada, sedang keluar,
mencari bintang
padahal aku datang
tuk mengejar kelipnya di nadimu.

(2010)

Saturday, May 1, 2010

Bangkai Kupukupu

ada kupukupu hitam di matamu
sayapsayap hijaunya rontok satusatu
kakikaki mungilnya terkulai lemas
tubuhnya lukaluka.
bangkainya merindu hujan.

(2010)

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...