Sunday, February 23, 2014

#Wegohangout Sebuah Acara Asik Tentang Berbagai Destinasi












Dimulai dari sebuah email yang datang dari Mad Alkatiri, ia mengajak untuk turut serta berbagi sebuah pengalaman tentang kampung halaman. Tentu saja, tawaran ini langsung diiyakan oleh saya. Bercerita tentang keindahan Ambon, Maluku kepada siapa saja adalah sebuah kewajiban.

Pada hari yang sama, ada beberapa teman lain yang juga berbagi ada @diyantouchable yang berbagi tentang payakumbuh, Sumatera, @gilangtamma yang berbagi tentang Lombok, @Alderina berbagi tentang Sidoarjo, @Tyohan yang berbagi tentang Sorowako, @GrahamHills yang berbagi tentang western Australia.

Bagi saya, berbicara tentang kampung halaman selalu menyenangkan. Karena dari sanalah asal. Kampung halaman bicara soal leluhur yang akhirnya membentuk siapa kita di masyarakat kini. Kampung halaman adalah rasa kembali kepada “asal” ada rasa bangga untuk selalu cerita tentang tanah kelahiran.

Akhirnya saya bercerita. Tentang perjalanan. Tentang bagaimana saya kecil dari kapal ke kapal sudah diajak oleh ayah dan ibu dengan rute Ambon-Banda-Tual-Geser-Gorom lalu singgah dan tinggal beberapa waktu di Larat, kemudian kembali ke Ambon.

Ingatan masa kecil saya kembali ke masa kecil dimana yang saya lihat adalah pulau pulau berwarna biru dengan pasir putih dan kicauan burung yang banyak, bahwa Maluku ada negri eksotis yang wajib untuk dikunjungi. Saya lalu cerita tentang: beberapa pantai, sopi, gereja soya, rujak natsepa, dan pasar mardika.

Silakan follow @wegoid untuk menikmati keseruan destinasi lainnya. 


Apa cerita tentang kampung halamanmu, tanah kelahiranmu?

Tentang Musik Bagus Amboina (semacam review Album Cinta Ambon Loleba Project)









Saya mau bercerita tentang mereka. Hari Jumat yang lalu, tepat ketika hari kasih sayang, saya diundang untuk membawakan acara launching album sekaligus konser cinta Ambon oleh Loleba Project. Saya tidak sendiri, melainkan ditemani dengan Gerry Pelmelay.

Ini adalah proyek keroyokan oleh Figgy Papilaya, Carlo Labobar, Cello Quezon, Delon Imlabla, Ronny Bonaparte, Aditya Titaley, Michael Mailuhu, Frans “hayaka” Nendissa, Grace Huwae. Sebelumnya beberapa nama yang ada tergabung dalam beberapa proyek, seperti Par-C, Huheba, kemudian ketika beberapa diantara mereka berkumpul, akhirnya tercetus ide untuk membentuk sebuah proyek bernama “Loleba Project.”

Arti kata Loleba sendiri adalah sebuah tali pengikat atap. Tali itu berasal dari serutan pohon kelapa. Ia mungkin hanya sebuah tali kecil. Tetapi bayangkan fungsinya, ia sebagai pengikat, ia sebagai pemersatu.

Di malam itu mereka akhirnya meluncurkan album mereka bertajuk, Cinta Ambon. Saya akan cerita sedikit tentang album mereka. Sebagai orang awam yang jarang sekali menikmati musik asli Ambon. Setiap kali pulang ke Ambon saya  hanya menemukan musik musik remix tidak jelas dengan lirik-lirik yang “padede” (baca: istilah Ambon untuk “cengeng”) dan saya sendiri merindukan sebuah musik bagus khas Ambon dengan lirik-lirik yang kuat dan penuh harapan.

Dan Loleba project berhasil memuaskan kerinduan saya. Album Cinta Ambon memiliki 11 track. Dengan 9 lagu dan beberapa medley. Mereka me-remake kembali beberapa lagu lama seperti “Sio Mama” ciptaan Melky Goeslaw. Kemudian track favorit saya sendiri adalah “Nusaniwe” ciptaan Jhon Pattirane. Nusaniwe juga adalah single pertama Loleba sudah diluncurkan duluan.

Album Cinta Ambon ini sendiri membawa semangat baru. Campuran aransemen vokal dan musik juga rap membuat basudara yang mendengarkan album ini seperti pulang ke rumah, duduk di teras minum teh sore-sore ditemani pisang goreng hangat dan cerita ringan mama dan papa.

Selain itu ada satu track Medley Permainan yang ada di album ini. Dari mulai Lemon nipis, Sahureka reka, Tumbu balanga, Tumbu kalapa, dan Enggo lari. Seperti di bawa pulang kembali di masa kanak kanak, bau matahari dan keringat, sekaligus keceriaan anak-anak.

Album Cinta Ambon berisi dua kata: “Panggel Pulang” bahwa kemanapun kita pergi, kakimu akan kembali ke tanah raja-raja. Seperti Loleba yang kebanyakan mengikat atap rumah. Mendengarkan album ini seperti membuat basudara pulang ke rumah.


*jangan lupa beli albumnya info @lolebamusic atau hubungi. 085216558199. 

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...