Friday, April 1, 2011

Sikat Gigi

Saya pernah berpikir bahwa perempuan yang merokok kretek itu sexy. Tapi saya tidak merokok. Hanya iseng mencoba sedikit lalu berpikir bahwa saya cukup sexy karena melakukannya. Beranjak ke kamar mandi mencuci muka sedikit.

Lalu melihat sikat gigi. Saya sempat bertanya, mungkin saat ini sikat gigi kita berwarna yang sama. Sama-sama biru. Kamu menyikat gigimu setiap malam sebelum tidur. Sedangkan saya pemalas. Kalau ingat saja.

Tapi saya berani bertaruh, kamu pasti sering memencet odol dari atas. Sedangkan saya biasanya dari bawah. Untuk urusan yang satu ini saya cukup teratur. Saya pengacau dalam beberapa hal namun terkadang sangat tertib.

Sedangkan kamu sangat tertib. Lalu di dalam hatimu kamu sebenarnya pengacau. Saya tidak pernah menyukai yang terlalu rapih. Kamulah pengecualiannya. Kamulah titik kompromi itu.

Pernahkah kamu sedikit berkompromi untuk saya.

Sampai kapanpun kamu mungkin tidak akan menjawabnya, karena saya tahu kamu bukan tipe seperti itu. Saya tidak akan mengubah kamu seperti Ayah saya. Seperti yang selalu saya katakan saya jatuh cinta terhadap Ayah.

Tapi saya tidak ingin kamu berubah seperti itu. Saya ingin mencintaimu dengan segala kompromi yang sudah saya buat. Untuk diri saya sendiri. Setelah sikat gigi, kini sabun. Aroma tubuh yang tidak akan pernah saya lupa.

Selalu menghantui kemanapun saya pergi. Ini juga adalah kebalikan. Kamu menyukai mandi sedangkan saya tidak. Kemarin saya berpikir tentang satu hal: terbuat dari bahan yang sama. Bukan tanda seseorang dapat bersama.

Ini sulit untukmu, bukan?

Menulis ini hanya membuat saya ingin menangis.

Kamu laki-laki yang kini membuat saya sering menangis. Sekali-kali saya ingin tertawa. Tertawa melihatmu juga tertawa bahagia. Walau tidak dengan saya.

Tidak apa-apa.











1 comment:

  1. jadi postingan ini yang membuat kamu mencari gambar sikat gigi..tapi ga ada yg bagus ya?

    yah..Tidak apa-apa. :)

    ReplyDelete

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...