Friday, April 22, 2011

Enam Puluh Lima itu sexy.

Selisih waktu dua jam, tepat Ayah ulang tahun. saya agak mengantuk, tapi saya bangun lalu hendak menuliskan sesuatu untuknya—entah suatu kebetulan atau bukan, tiap kali saya menulis tentang Ayah biasanya hujan di luar.

Ini adalah tahun kesekian saya merayakan ulang tahun Ayah di luar dan hanya melalui tulisan. Kepada Ayah yang pemberani, ijinkan saya menulis sesuatu. Ini adalah ulang tahunmu yang ke enam puluh lima. Tahun-tahun panjang begitu banyak yang kau lalui.

Pengalaman dan debu perjalanan itu seperti menggantung di kerut wajahmu. Menjadi dewasa dan matang itu sendiri terlihat dari begitu banyak ubanmu. Semangat yang membara toh tidak padam dari sinar matamu. Kebijakan senantiasa keluar dari mulutmu.

Hal yang baik itu menular, Ayah. Seperti katamu selalu lakukan segala sesuatu itu tulus, tulus saja. Anak macam apa yang ketika dinasehati seperti ini tidak mau mendengarkan. Tidak mudah menjalani usiamu, 
Yah. Tidak—lalu saya bertanya? Dengan apa kau bisa bertahan?

Saya ini anak bungsu ndablek Ayah, yang musti berkali-kali dibilangi dulu baru mengerti kemudian. Tapi Ayah selalu menyayangi saya, lucunya setiap Ayah berulang tahun selalu ada berkah yang kecipratan untuk saya di perantauan.

Besok saya, ngemsi. Tepat di Hari Kartini, ulang tahun Ayah. Saya selalu dipercaya membawakan acara. Saya tak pakai konde, Yah. Atau seragam daerah seperti di TK dulu. kali ini saya akan memakain sepatu hak tinggi motif songket oranye kesayangan saya.

Betul—anak perempuan Ayah sudah dewasa. Banyak yang naksir. Tapi belum ada yang serius mengajak saya—begitulah. Jangan tanya kenapa? jaman tidak segampang dulu ketika Ayah bertemu Ibu. Atau pria-pria itu memang tidak sepemberani Ayah saja. Mereka penakut.

Terima kasih untuk punya gen dari Rumthe. Terima kasih untuk memberi nama yang begitu kuat kepada saya Theoresia Laratwaty. Terima kasih meluruhkan ketulusan. Terima kasih sudah mengajarkan kalau di dalam hidup, ketika jatuh tak lupa untuk berdiri lagi.

Ah, yang sehat Ayah. Kita belum ke bulan, berdua saja! Selamat ulang tahun Alberth Erens Rumthe. Enam puluh lima tahun itu sexy!

Cium.

Dago 349, 20 April 2011. 22:44

*sedang ingin memanggilnya, Ayah. Padahal biasanya Papa :)


2 comments:

  1. so sweet, setiap mengenang ayahku walau tidak ada hujan diluar, namun hujan di dalam hatiku. He's wonderful daddy I've ever had. The kamu beruntung papamu masih hidup.

    ReplyDelete

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...