Wednesday, April 13, 2011

Dear Jacob.

Hey boy, sedang apa kamu? aku tak bisa tidur. Aku banyak memikirkanmu sepanjang hari ini. Ini hari ke dua kamu hilang. Entah dimana. Selain tidak bisa tidur, aku pun banyak menangis. Aku malu, sepagian mataku bengkak.

Aku sedang mengingat-ingat pertemuan pertama kita. Kurang lebih tujuh bulan yang lalu, aku datang ke rumah ini. Awalnya aku hanya berkenalan dengan Husky. Kemudian aku melihatmu dan langsung jatuh cinta. Kaki belakangmu yang sedikit bengkok. Matamu yang bening. Hatimu lembut.  

Husky nakal. Kadang sok jago. Karena tubuhnya lebih atletis dari pada kamu. Husky berlari begitu kencang. Sedangkan kamu tidak. Kamu lebih lambat dan anggun. Itulah kenapa hanya kamu yang aku perbolehkan masuk ke kamar. Sedangkan Husky tidak.

Betul, aku lebih sayang kamu ketimbang Husky. Kamu boleh tidur sesuka hatimu di kolong tempat tidurku. Kamu boleh naik ke atas bed coverku dengan kaki-kaki kecil kotormu. Kamu boleh menemani aku sesuka hatimu di karpet, depan pintu, bawah kursi, minum langsung dari gelas minumku.

Sesekali kamu nakal, menggigit beha yang dijemur di depan kamar. Menumpahkan minuman di lantai kamar. Bermain dan gemas dengan bekas makanan atau botol minuman, sampai aku harus menyapu berulang kali. Lalu bulu-bulu tebalmu selalu berguguran di atas karpetku walau sudah dibersihkan berulang kali.

Lakukan saja, apa yang kamu suka teman. Karena kamu sudah mendapat hatiku. Aku terlanjur sayang kepadamu.

Tiga hari berturut-turut, sebelum kamu hilang. Aku perhatikan kamu memang sedikit lain. Kamu manja sekali. Selalu berusaha menyentuh aku dengan kaki-kaki kecilmu. Tiduran di sebelahku terus. Kemudian selalu mengawasiku. Bahkan kita sempat tidur berdua, aku dengan buku, dan kamu di sebelahku.

Itu moment terlama sekaligus terakhir kita berdua.

Waktu itu aku sampai bertanya, Jacob kenapa? sambil melihat ke mata beningmu dan mencium ujung hidungmu. Tak ada jawaban. Kamu hanya menatapku lama. Lalu menunduk lagi—entah aku hanya merasa kamu begitu berbeda.

Ternyata kamu memang mau pergi. Kamu tahu kamu akan pergi. Kamu mengirim sinyal itu kepadaku. Dengan berturut-turut menemaniku di beberapa hari terakhir. Mungkin supaya aku punya kenangan indah tentangmu.

Aku hanya mau bilang. I miss you, boy!

Hati-hati di tempat yang baru. Kalau kita berjodoh, kita pasti bertemu kembali. Janji ya?

Sekarang tinggal aku yang suka kangen. Tak ada teman berbagi es krim. Tak ada lagi yang terkantuk-kantuk mendengarkan Bat for lashes kemudian tertidur di kolong tempat tidurku.








*mengenang Jacob. Hanya beberapa foto dari hape bututku, Ben. 

7 comments:

  1. Sedih banget bacanya, Theo. Semoga Jacob baik2 aja dimanapun dia berada skarang. Be strong, girl..

    ReplyDelete
  2. sediiiih, kamu sukses bikin aku nangi sore ini T___T langung kebayang Moshi-ku di rumah *pelukpeluk*

    ReplyDelete
  3. Wahh jadi ikutan sedih. pernah juga ngerasain waktu tiba-tiba Mr.Grey hilang tahun lalu. nangis berhari-hari juga. tapi akhirnya kita berjodoh lagi. iya, semoga Jacob baik-baik aja di luar sana.

    ReplyDelete
  4. Si Jacob lucu sekali mbak T_T
    Dia telah pergi kepada Sang Pencipta? Bila begitu, berbahagialah ia dalam dekapanNya

    ReplyDelete
  5. i think my cupid have the same carpet too,,,,yes, i'm so sure she has it! ^_^!

    ReplyDelete
  6. Kok bisa bareng gini, The ? Totti juga ilang. Udah sebulan. Huuuhuuuhuuu ...

    Semoga Totti dan Jacob di tempat yg baik, ya, di manapun itu ...

    Btw, foto header-nya bagus ... =)

    ReplyDelete
  7. Semoga Jacob baik2 saja... T.T

    ReplyDelete

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...