Friday, April 22, 2011

Gerimis Patah

Di luar gerimis patah-patah—sesuatu yang patah pastinya pernah jatuh. Entah jatuhnya perlahan atau jatuhnya cepat. Bila ini terjadi kepada gerimis, kemungkinan ia juga sedang mengalami hal yang sama.

Gerimis tak sedang kesepian. Hanya saja ia mungkin sedang mencari teman tidur yang tepat. Yang menyenangkan. Yang membuatnya nyaman sehingga ia dapat tidur sampai liurnya menetes dalam damai—juga mengorok.

Kemudian ia mencari tanah. Hinggap di rerumput. Tumbang di dedaun. Menyentuh bulu ulat bulu. Pelipismu. Pekerjaan gerimis adalah mencoba jatuh kepada siapa dan apa saja—sampai akhirnya ia merasa click dan memutuskan bahwa pada akhirnya ia bertemu.

Teman tidur yang tepat.

Perjalanannya begitu panjang. Kadang terantuk antuk di atas gerigi genteng. Terpelanting di bawah ban mobil. Terpeleset di payung hitam, berwarna, kepala berketombe. Sudahlah gerimis, apa kamu tidak lelah jatuh terus?

Mungkin sudah saatnya kau pensiun dari jatuh. Pensiun dari patah—sekarang gantian tanah yang menghampirimu. Rerumput yang mencarimu. Dedaun dan ulat bulu yang menemukanmu. Lalu mereka jatuh kepadamu. Sampai mungkin mereka patah karenamu.

Sampai ke tahap itu kau bukan milik siapa-siapa. Mereka akan tahu diri, bahwa kau adalah milik semua orang. Kalau sudah waktunya mereka akan membebaskanmu. Wahai gerimis—sesekali kau akan berjalan dengan angkuh. Dagumu sedikit di angkat ke atas. Angkat gaunmu sedikit dan sesekali berjalan berjinjit.

Mungkin selama ini kau membangunkan teman tidurmu. Karena langkah-langkahmu yang terlalu cepat dan berisik itu.

Dago 349, 20 April 2011. 22:21. 

2 comments:

  1. loved it The!
    rasanya mengena saja buat hati yg sedang menye2..

    "Mungkin sudah saatnya kau pensiun dari jatuh, pensiun dari patah.. "

    *peluk

    ReplyDelete
  2. setiap kali saya baca tulisan anda, anda seperti duduk di samping saya, begitu dekat :)

    Love

    ReplyDelete

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...