Friday, April 15, 2011

Cinta Dewasa.





Berapa banyak tulisan yang hendak saya buat tentangmu. Atau pertanyaannya sampai kapan saya harus berhenti menulis tentangmu—saya tidak tahu jawabannya. Mungkin saya tidak akan pernah berhenti menulis tentangmu.

Kecuali jika rasa ini berubah. Hati ini punah.

Mencintai orang yang menyebalkan itu menyebalkan. Banyak hal yang membuat kamu mengkompromikan segala sesuatu hanya demi cinta. Atau mungkin di sini saya memang mengerti kalau cinta itu butuh pengorbanan.

Tak ada yang bisa mengerti cinta. Kecuali jika kita menuliskannya. Menuliskan apa yang kita rasa. Tapi belum tentu, tulisan ini dapat mewakilkan apa yang kita rasa. Bahasa terlalu terbatas. Emoticon apalagi.

Tak ada lagi hamburan kata sayang. Tak ada kata cinta yang terlalu vulgar. Kita hanya bisa merasakannya diam-diam. Begitu dalam di hati. Bukannya tidak mau mengungkapkannya, tetapi ini mungkin yang dinamakan dengan mencintai secara dewasa.

Ungkapan yang berlebihan akan berubah menjadi tindakan yang berlebihan. Lebih banyak melakukan ketimbang hanya bicara saja. Mari kita melakukan cinta.

Jadi apa itu cinta dewasa, melakukan cinta yang tidak hanya di bibir saja. 

2 comments:

  1. saya suka term yang mbak pake... cinta dewasa...
    ^^

    ReplyDelete
  2. manis sekali kaka inii kata-katanya

    ReplyDelete

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...