Wednesday, April 6, 2011

secrets.





Bekerja kantoran tampak tidak cocok dengan saya. Saya ingin tinggal di rumah, membersihkan, menyapu, melipat baju, mungkin sesekali belajar menjahit, merangkai bunga, menyiapkan makan malam dengan lilin.

Mengantarkan anak sekolah atau berpiknik dengan mereka hanya membacakan cerita-cerita tentang wayang. Sesekali bermain cat warna, melukis sesuka hati. Beberapa dinding di rumah akan penuh dengan gambar-gambar bunga matahari.

Lalu bermain dengan Estelle. Oke, ini nama anjing. Kamu tidak setuju, baiklah kita akan menggantinya nanti. Saya masih akan siaran. Sibuk mengajar di beberapa tempat. Mungkin terkadang menjadi pembicara. Lalu saya akan tetap menyanyi dan membaca puisi. Juga datang dan menghadiri konser-konser kecil.

Terus terang, kamu tidak akan menemukan saya dengan baju seragam. Kamu akan menemukan saya dengan celana potong pendek. Atasan longgar. Anting besar. Kecuali ketika menghadiri peluncuran buku saya sendiri. Mungkin saya akan pilihkan boots coklat lucu. Dan sesekali rambut saya digerai. Pakai lipstik merah.

Tentu saja saya akan mengajak anak-anak hadir dalam acara ini. Lalu, anak kita berapa? tadinya saya berpikir satu. Hm, tapi seru juga kalau dua. Atau tiga, empat? Hihihi, kebanyakan. Saya takut tidak bisa mengurus mereka dengan baik.

Dua saja cukup. Bukan KB. Tapi anak-anak ini sudah hadir di mimpi saya bertahun-tahun yang lalu, jauh sebelum kamu ada. Yang pertama laki-laki, mirip sekali dengan saya. Dan selang beberapa tahun kemudian, lahir yang perempuan mirip sekali denganmu.

Kalau sudah abege sedikit, saya dengannya akan bertukar cat kuku. 

Saya bukan Ibu yang baik. Mungkin akan sedikit galak. Tapi percayalah, saya akan menjadi Ibu sekaligus sahabat untuk kamu dan anak-anak kita kelak.

Makan es krim, mengunjungi tempat-tempat makan enak, menonton film sampai pagi, bercinta di tempat-tempat tertentu, kelak kamu akan mengetahuinya. Lalu mencuci kolormu. Astaga! Semoga saya bisa melakukannya dengan baik.

Belum lagi... Duh! Banyak sekali. Ini seharusnya rahasia, kalau ditulis terus, sudah bukan rahasia lagi dong.

Satu lagi rahasia saya ketika kita menikah nanti, bukan berarti kita berhenti menjadi sahabat kanKamu masih bisa menceritakan rahasiamu yang paling dalam untukku.









5 comments:

  1. ya..ya...sebuah harapan yang manis.

    ReplyDelete
  2. seperti es krim di siang bolong.. Meleleh n menyengarkan Theo.
    Kangennn..
    *peluk

    ReplyDelete
  3. Mbak, caramu bercerita sangat unik. Tak membuat bosan...

    ReplyDelete

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...