Monday, April 25, 2011

Love me, if you dare.




Di dalam kaleng itu Sophie dan Julien memulai permainannya. Mungkin hidup ini memang hanya permainan—jatuh cinta apalagi. Menjatuhi seseorang artinya kamu semakin terperosok ke dalam permainan yang diciptakan.

Dan permainan selalu butuh kreativitas—menjawab pertanyaan-pertanyaan tricky. Permainan butuh imajinasi tingkat tinggi. Permainan butuh keberanian—demikian dengan cinta. Ketika kita jatuh kepada seseorang, kita harus siap sedia memainkan permainannya. Begitupun ketika seseorang itu menjatuhi kita, dia pun sudah harus siap sedia mengikuti permainan kita.   

Tidak ada kalah atau menang di dalam permainan ini, yang ada hanyalah kepuasan karena menghidupi cinta—membuatnya naik dan turun dalam titik yang paling ekstrim. Lalu mengakui kalau cinta itu bukan sebuah garis lurus yang flat melainkan cinta seumpama garis keriting, bergelombang, penuh dengan warna.

Sophie dan Julien menciptakan permainan mereka sendiri. Ketika mereka saling menjatuhi, mereka tidak terpuruk, mereka malah belajar terbang dari satu adegan ke adegan yang lain—dan akhirnya membangun sebuah bangunan yang kokoh. Ibaratnya jika kamu sedang mempelajari cinta, hendaknya kamu bermain. Karena dengan begitu, pelajaran cinta tadi akan dengan mudah masuk ke dalam otakmu.

Tidak ada kata penakut ketika jatuh cinta—begitupun pengecut, yang ada begini—mereka yang jatuh cinta adalah mereka yang pemberani, mereka yang tidak hanya tahu resiko, tapi juga mau menanggung resiko. Sophie dan Julein mengetahui resiko itu, toh ini hanya adalah resiko dari sebuah permainan. Tidak ada yang menang ataupun kalah. Semangat bermain inilah yang akan membuat mereka tumbuh dan tumbuh.

Sophie yang bercita-cita menjadi Cream Puff dan Julien yang bercita-cita menjadi Tyrant—akhirnya menjadi apa yang mereka inginkan. Mereka bahkan mencapai cita-cita mereka lewat permainan. Tidak ada yang serius ketika bermain. Dan justru ketika bermain di situlah kau akan benar-benar serius.

Setelah jatuh cinta—bermainlah. Tapi carilah partner bermain yang tepat, jangan sampai kau salah pilih. Itu akan membuat permainanmu berakhir dalam kebosanan. Begitu kau menemukan partnermu, pastikan dia juga memiliki keberanian yang hakiki. Walaupun yang akan kalian lakukan ke depan adalah bermain dan bermain. Menemukan kehilangan. Jatuh cinta patah hati. Tertawa menangis. Pipi basah pipi kering. Meninggalkan ditinggalkan. Lalu hinggap di satu titik, jatuh cinta yang adalah sebuah permainan ini, hanya bisa kau lakukan dengan sahabatmu sediri.

“Sophie is my best friend.” Begitu kata Julien.

Jatuh cinta, bermain, menikah, hidup sampai tua dengan sahabatmu sendiri—mengapa tidak? Toh, bermain dengan sahabatmu sendiri—tidak ada hitung-hitungan menang atau kalah.

Dago 349, 25 April 2011. 10:55

*Sebutlah, ini semacam review untuk film Love me, If you dare. Film wajib yang harus ditonton bagi kalian yang mengaku sudah punya pasangan? Jatuh cinta itu permainan. Sudahkah kalian serius untuk bermain?

3 comments:

  1. Hm,good review ( :
    salam kenal, sempatkan mampir ke tempatku , www.sepetakpurnama.blogspot.com

    ReplyDelete
  2. Bersahabat, bermain, jatuh cinta.
    Tak ada menang kalah. Tak perlu ada yang merasa terluka.
    Hmm, kayaknya saya harus segera nyari ini film.. :))

    ReplyDelete

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...