Monday, May 16, 2011

Yang Penyok

Hanya ingin mencoba lengketnya, itu yang pertama ada di kepala saya. Saya tidak peduli tangan saya kotor, atau noda tanah liat bercampur di tangan saya. Tidak peduli, saya suka. Keramik selalu bicara soal mencipta.

Lalu proses mencipta ini yang membuat saya begitu penasaran. Bagaimana supaya rasa penasaran ini hilang, saya harus menyentuhnya: "ketika kaki yang sedang bekerja, tangan harus diam. Sebaliknya tangan bekerja, kaki harus diam." Mereka harus saling mengalah dan mendengarkan. Saling sabar dan tidak menyalahkan. Tidak mendahului.

Tidak melakukan sesuatu secara bersamaan bukan berarti tidak kompak. Hanya saja bagaimana tidak tergesa-gesa dan biarkan yang lain melangkah duluan. Lalu ketika tidak melangkah, bukan berarti sedang mundur. Bisa jadi sedang diam di tempat untuk berlari lebih jauh. Proses mencipta itu begitu romantis, karena harus saling menyentuh. Ada hembusan nafas di sana. Ada keringatmu bercampur. Ada kotoran kukumu. Ada betis yang lelah. Ada detail..

Mengecohkan detail itu sama dengan mati. Tidak ngawur, acak yang teratur. Membentuk sesuatu. Tersusun begitu rapi, satu demi satu. Saya suka gagasan ini, karena disini ada berita yang bernama proses. Seharusnya siapapun tidak lancang melangkahi proses.

Di dalam proses tidak ada cerita bahagia, kebanyakan penuh air mata. Tapi justru kekuatan dipupuk, kokoh yang sejati itu berdiri, cinta yang kuat itu hadir, pahit yang berkepanjangan itu menjadi sesuatu. Saya menyatu dengan siapa saya, ketika pertama kali.

Ketika menulis ini, saya membayangkan ketika saya dicipta. Ada sentuhan yang begitu lembut di sana, ada bentukan-bentukan kecil, awalnya mangkuk, asbak, cangkir kecil, atau hanya sesuatu yang penyok.

Tapi bahkan yang penyok itu pun memiliki tujuan.

Tidak pernah ada yang dicipta tanpa tujuan. Ah ini mungkin kesimpulan paling serius yang pernah saya tulis.



*pic by Ojan dari sini. Foto ini diambil ketika saya ngemsi di Crafty Days Tobucil lalu mencoba membuat keramik yang dipandu oleh Tisa Granicia, seniman keramik. Keramik saya tidak jadi, tapi prosesnya begitu menyenangkan, kamu harus mencobanya ;) 

1 comment:

  1. ooo ikutan crafty day di bandung ya...?sayang ngadainnnya dibandung bukannn disbyy...:p
    btw aku nirmala...sering banget baca blognya hmmm perempuann sore (aslinya pengen ngetik "mba theo" tapi takutnya yg punya blog mengkerut jidatnya,, entahlah mungkin kita seumuran ahahhay)
    dari pertama baca ini blogg jd jatuh cinta...hehe..(simple simple tapi kok ya meriahhh nyentuh ke hati,,hehee).

    ReplyDelete

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...