Saturday, May 14, 2011

Bahagia

pic by, @dyanti


Menyukai kengawuran dan bermain-main. Tidak semua yang serius itu baik. Terlalu banyak bermain pun tidak baik. Ada baiknya begini, bermain-mainlah dengan serius. Saya suka tidak tega melihat banyak orang-orang di sekitar saya yang lupa caranya bermain-main. Padahal sederhana saja, tinggalkanlah sepatu hak tinggimu lalu berjalan dengan kaki telanjang.

Siang itu saya duduk dengan mendung, lalu berpikir kalau hujan turun saya ingin berlari-lari telanjang kaki, meminum hujan sampai habis—lupa kalau saya ini sedang bindeng dan sedikit masuk angin. Hanya ingin merasakan bagaimana kaki-kakinya menyentuh kepangku. Tersenyum lebar saat hujan kena pelipis, merembes ke baju tipismu.

Bermain dan bahagia. Saya ingin menjalaninya dengan serius. Ini hanya tekad, bulat, dan kokoh. Bermain dengan tidak tergesa-gesa, harus buru-buru pulang. Saya ingin melakukannya lama-lama. Menikmati setiap senyum, utuh, pelan, supaya saya bahagia.

Bahagia kenapa? bahagia kalau kesal ini sudah reda dan hati saya berubah menjadi manis. Kamu boleh, siapapun boleh mencicipinya, karena memang bahagia itu begitu terbuka. Tidak perlu sembunyi. Sudahlah, bahagia dan menikmatinya itu mungkin adalah hal paling sepele yang saat ini sering terlupa.

Masihkah kamu melihat lampu-lampu di pohon natal lama-lama—tapi sekarang belum musim natal. Memperhatikan semut di dekat jempolmu. Menghirup wangi rumput basah dalam-dalam. Mencium hidung anjingmu keras keras, tidur dengannya. Memakai baju segala warna. Mencoba beha dan celana dalam sewarna. Pakai kuteks baru. Mengepang rambutmu sendiri. Tak perlu mandi bersih-bersih. Tak perlu make up berlebihan, cukup pensil alis. Tertawa kencang-kencang sampai keluar air mata. Pakai dress mini. Membuka jendela lebar-lebar. Menulis sampai pagi. Mengintip jalannya kecoak. Flirting kembali.. lalu  jatuh cinta kembali.

Ketika melakukannya, saya tak perlu uang banyak. 

Saya cukup meminta kepada sumber. Pemberi kebahagiaan kekal, bahwa saya ingin bahagia dari hal-hal sederhana. Tidak sulit, bukan?

Ia tertawa. Begitu manis.


Bikin saya bahagia sampai ke sum-sum tulang belakang. 


1 comment:

  1. wow, saya juga suka hujan dan menikmati perasaan senang ketika hujan, apalagi ketika rintik pertama jatuh di hidung. hihi

    ReplyDelete

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...