Tuesday, May 17, 2011

Kelak, Dewasa

weheartit

Sekitar umur enam atau tujuh, saya suka sekali memakai baju renang yang disumpel bagian dadanya dengan kaos kaki. Entah kenapa di umur segitu, saya selalu ingin cepat bertumbuh dewasa, supaya juga memiliki ukuran payudara orang dewasa. Tidak hanya sampai di situ, kuteks punya tante suka saya pakai sembunyi-sembunyi. Lipstik merah dan sepatu hak tinggi juga selalu saya coba-coba. Ibu tidak berdandan—jadi saya selalu mencoba kepunyaan tante saya. Ingin sekali, cepat dewasa. Sebagai gadis kecil, saya sudah mengerti bahwa memiliki badan padat dan berisi itu sesuatu yang sexy.

Tapi waktu itu saya terlalu kurus, masuk SMP pun badan saya hanya bertambah tinggi, dan ukuran dada biasa saja, ukuran normal. Ibu selalu membiasakan menjahit beberapa dress, dengan alasan supaya tidak sama dengan orang lain. Dan jadilah, saya punya kebiasaan memakai dress girly lucu yang kadang kalau dipikir-pikir lagi, saya kecentilan sekali. Tapi begitulah saya, selalu tumbuh dengan pingin cepat-cepat menjadi dewasa.

Ketika dewasa, justru semua berubah. Saya masih centil seperti dulu, tentu. Tapi dalam beberapa hal cenderung cuek, tidak suka berdandan berlebihan. Kalau ada keperluan ngemsi pun saya tidak suka yang make-upnya terlalu tebal. Lalu hari-hari saya lebih suka bercelana pendek. Tapi keinginan untuk menjadi dewasa itu tetap ada.

Beberapa hari yang lalu, saya sempat ngobrol dengan seorang teman. Menurut saya, ia adalah orang yang sangat menarik. Ia seperti punya sparkling yang akan menarikmu untuk melihatnya tidak hanya sekali. Apalagi belakangan saya tahu bahwa ia adalah seorang crafter yang mencipta banyak sekali produk-produk lucu. Kita sempat terlibat dalam obrolan umur “ah, kayaknya gue lebih tua dari dia deh” celetuknya waktu itu. “O yah, emang umur lo berapa?” tanya saya kemudian. “Ya, sekitar itulah..” akhirnya kami berdua terkikik. “Eh, lo tahu nggak? Gue tuh justru pingin cepet-cepet ada di umur lo, sexy lagi” dia memandang saya dengan mata berbinar-binar “wow, bener juga ya..?” “yep, gue selalu membayangkan kalau memasuki umur 30-sekian itu sexy, gue pingin cepet-cepet ke sana.” Akhirnya saya menambahkan begitu.

Entah kenapa saya kagum melihat perempuan dewasa yang sudah sampai di umur tertentu, melakukan apa yang mereka sebut kecintaan. Mereka seperti memaksimalkan segala hal baik dalam diri mereka, mencipta dengan tangan mereka—itu sexy. Mereka adalah perempuan dengan kualitas. Kelak kalau sudah sampai, saya juga mau seperti merekasexy dengan kualitas. Sexy karena menginspirasi.

*perempuan yang saya ajak ngobrol di atas adalah  Ika Vantiani, lihat karyanya di sini, matamu akan berbinar-binar dan kamu akan jatuh cinta.



1 comment:

  1. kaka, buat saya kaka juga sudah sexy karena menginspirasi =)

    ReplyDelete

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...