Saturday, May 14, 2011

Sahabat

weheartit




Mungkin perjalanan panjang ini akan usai. Ketika memang sudah waktunya. Ketika saya, kamu dan lainnya menemukan angka kembar di jalan. Baik itu di plat mobil, jam tangan, layar hape butut, atau papan iklan besar lainnya yang biasa dilewati.

Angka kembar yang mengingatkan saya akan “hati-hati.” Akan arti berjalan beriringan. Akan arti berjalan sambil bergandengan tangan. Akan arti tidak hanya bicara tetapi melakukan. Akan arti bahwa manusia memang tidak diciptakan sendiri, Eve yang diambil dari rusuk pun bukan hanya dongeng. Kalaupun iya itu dongeng yang begitu manis, karena ketika Eve diambil.. konon Adam sedang tidur. Saya membayangkan nafas Adam yang sedang naik turun, begitu lembut.

Hari ini saya dipertemukan dengan angka kembar yang tidak sama seperti hari-hari kemarin. Saya menemukannya begitu random. Di layar netbook. Angka yang begitu familiar. Angka yang akan membuatmu suka atau tidak suka, tetapi ia hanya ingin datang menjadi teman.

Angka kembar seperti teman. Kadang menjadi sahabat, apa arti sahabat buatmu? sederhana saja—kadang mereka hanya membuat hari-harimu begitu kusam. Seperti rambut yang jarang dikeramas. Mereka mengacaukan segalanya di hari itu. Tapi lalu, kamu menjadi begitu kangen. Cemburu, kalau mereka menjadi milik orang lain. Begitulah sahabat, mereka membuatmu kusam. Tapi kamu ingin menikmati kekusaman itu.

Angka kembar yang juga sahabat tidak hanya mengingatkanku kepada pengalaman ketika bersama tetapi juga kepada kehilangan. Lihatlah, apakah angka-angka itu pernah kehilangan. Toh, besoknya mereka masih akan saling bertemu seperti hari ini. Perputaran semesta mempertemukan mereka secara acak. Tidak disengaja, sungguh.


Lalu, saya dan kamu akan saling bertemu di suatu hari nanti. Kita adalah teman yang begitu baik, atau kita memang tetap sahabat dengan kondisi yang sama sekali berbeda. Mungkin kita akan saling melihat lama, dengan pelupuk mata yang berembun.

... dan bersyukur bahwa sebagai sahabat, kita pernah saling melepaskan. Tapi lalu dipertemukan—sahabat  seperti sepatu, tidak bisa hanya dipakai sebelah saja.

4 comments:

  1. wau...analoginya bagus, kata-kata mengalir indah...
    kangen sahabat :(

    salam kenal kakak, aku suka bermain2 disini...
    :)

    ReplyDelete
  2. theo.....marilah kita bertemu...biar angka kembar itu kembali bersatu :)

    ReplyDelete
  3. halo kaka, saya setuju ketika kaka bilang bahwa "perputaran semesta mempertemukan mereka secara acak. Tidak disengaja"

    sayangnya sahabat yang pernah datang dengan cara demikian hilang seiring berjalan waktu dan hadirnya kehidupan baru pada dia. apakah itu bisa disebut sahabat ? atau hanya manusia yang datang dan pergi ?

    ReplyDelete

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...