Friday, June 25, 2010

Semoga

semoga Tuhan merestui. kalaupun tidak aku minta restu dari malaikat.

semoga kelak kita berdua bisa menanam uban di halaman rumah. anak cucu bahkan cicit berteduh di rindangnya.

semoga aku bisa mencintaimu tanpa titik

semoga tidakadaspasiketikaakumencintamu

semoga selalu ada luka diantara kita. karena dengan begitu kita belajar lebih jago membalutnya. kau dan aku. kita berdua.

semoga mencintaimu selalu penuh air mata. karena toh air mata yang mengalir bisa menyuburkan tanah.

semoga ketika kita bercinta. Tuhan pura pura buta. lalu ia menutup mata. hey, kita bisa bercinta lagi. sesuka kita.

semoga kau berkunjung tidak hanya di hari Sabtu. tak ada lagi Sabtu di kalenderku. sudah aku cungkil.

semoga kau tidak lupa bawakan aku setumpuk gerimis untuk hadiah.

semoga kau yang terakhir. peduli amat ada berapa nomor di kertasku.

semoga gerimis yang sekarang mampir. melompat lebih lama di perutku.

semoga kelak ada balkon penuh kata di rumah kita. jendela besar supaya aku bisa menyicip hujan yang mampir.

semoga kelak kita menikah di bulan. peduli amat penghulu mau hadir atau tidak.

semoga hatiku bertambah luas. selalu longgar. tidak kelar kelar mencintamu.

semoga ketika gerimis mampir. bikin kupukupu yang layu subur kembali.

semoga kali ini aku tidak purapura.

(2010)

1 comment:

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...