Monday, June 21, 2010

Semacam Fragmen

ini pukul dua pagi. bunyi detik jam yang belum tidur pun masih cerewet di kejauhan. mataku tidak lepas dari krusor hitam yang bergerak di lembaran putih page netbookku.

sepanjang malam aku mencoba menuliskan bisu yang terendap lama. sepanjang malam aku mencoba menguraikan batas-batas antara kata cinta. tetapi hasilnya adalah nihil. nol besar. karena kata itu begitu rapat, tidak ada lubang udara. membuatku pengap. tapi juga tak ingin udara segar.

aku bosan menuliskanmu diantara draft-draft matiku. draft-draft konyol yang kuimpikan kelak akan menjadi buku. entah kapan. aku melirik ke handphone qwerty yang tergeletak kaku di atas karpet kamarku. hendak mengetik sesuatu untukmu. mungkin sajak lama yang biasanya kusimpan.

kulihat jari-jariku mulai menggerayangi tutsnya. mengetik ulang sebaris puisi pendek yang pernah aku tulis untuknya. dan saat ini aku kirimkan kepadamu dengan bangga.

send.

kuletakkan kembali handphoneku, sebelum aku kembali ke ranjang, berpelukan dengannya.

****

kau tahu c**** terkadang pelupa. ia serupa nenek-nenek tua pikun, yang lupa menaruh jarum rajut dan kacamatanya. padahal baru saja sedetik yang lalu dipakai. atau mungkin c**** butuh reminder, supaya tidak lupa akan mulut manisnya sendiri.

untuk pertama kalinya aku benci kata itu.

****

saat ini, kau pasti bersamanya. memeluk tubuhnya. setelah kalian bercinta entah berapa ronde. dan aku menunggu giliranku. minggu depan katamu, kalau kau tak sibuk. kau akan mampir. aku tidak sabar menunggu waktu itu. waktu yang akan selalu membuat aku terjaga, seakan esok tidak pernah ada.

sedetik kemudian, handphoneku berbunyi.

ada sms masuk.

“maaf, aku tidak bisa mampir, kita atur waktu lagi ya sayang. kecup.”

****

di luar, ujung sepatu gerimis mengamuk. menghajar dengan sengatnya. di kejauhan ada mendung berkepanjangan. saatnya aku merindu matahari menghisap sajak-sajak mandul dari putingku.

di bawah selimut ada sunyi telanjang.

21.06.2010, 03:22

1 comment:

  1. Hi, Perempuan Sore (saya tidak tahu bagaimana caranya menyapa kamu). Really love this posting :) Salam kenal yaa... Silakan berkunjung ke blog saya septamellina.blogspot.com :)

    ReplyDelete

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...