Friday, June 18, 2010

Dan Aku Bukan Cinderella

kau pernah tahu cerita Cinderella?

yang itu loh, pakai sepatu kaca. pasti kau tidak lupa kan? ia pasti adalah cerita kesukaanmu jaman masih kecil dulu. ia yang punya cita-cita kepingin menikahi pangeran yang tampan.

itu dulu.

saat ini sepatu kaca bosan dengan kaki Cinderella, ia bilang kaki Cinderella bau. dan ia kepingin mencari kaki lain: yang lebih terawat, dengan betis yang lebih mulus.

kalau sepatu kaca saja mulai pilih-pilih, apalagi pangeran, ia pasti jijik dengan Cinderella yang kakinya bau.

aku babu.

bajuku hanya satu. rambutku tidak dikeramas dengan shampoo yang mahal. aku tidak mengerti merek-merek mahal. aku bahkan bertelanjang kaki kalau sedang bekerja di dapurku yang kotor. tapi kakiku tidak bau. betisku mulus.

hanya saja, aku tidak pernah punya sepatu kaca, memikirkan untuk membelinya pun, aku tak sanggup.

aku tidak punya cita-cita seperti Cinderella.

yah, yang aku tahu adalah aku dan dapur itu satu. aku berkotor-kotor di dapur, aku memasak, mencuci, membuat kue, melakukan segala aktivitas ke dapur-dapur-an-lah. mungkin saja, tinggal di dapur, itu adalah cita-citaku.

entah.

aku tidak punya pangeran, aku hanya punya kekasih. satu. aku tidak setia dengannya, tapi ia selalu setia denganku. ia senang berkunjung ke rumahku: untuk bercinta denganku.

tapi akhir-akhir ini, ia sering absen berkunjung. kalaupun ia datang, tentu saja aku akan tetap melayaninya: memasak kegelisahan, membuatkan bolu kecemasan, mengaduk secangkir kekuatiran untuknya, setelah itu kita bercinta.

bercinta dengan air mata.

ia dungu.

ia pikir, aku adalah perempuan yang paling setia. ia percaya, aku tidak pernah selingkuh. aku hanya bisa tertawa di belakangnya. karena biasanya setelah ia pulang, aku tidur dengan laki-laki lain, yang selalu merajuk menginginkan susuku.

saat ini, aku sedang duduk di dapurku. menuliskan sajak-sajak lapuk, kelak akan kubisikan ke dalam kepalanya yang dungu, kuhembuskan huruf-huruf mati ke dalam kupingnya yang tuli.

ketika kita bercinta lagi: kan kupotong hatinya yang beku, kuletakkan di bawah matahari.

dan aku bukan Cinderella!

aku babu. bajuku satu. punya kekasih satu.

aku tidak setia padanya.

17.06.2010, 23:18

2 comments:

  1. Wow...
    amazinggg!
    satir bgt The.. but i like it! ^^

    ReplyDelete
  2. kakak , bagus sekali meramu butir butir katanya... saya mnikmati skali membaca isi dari blog ini! sangat sangat!

    ReplyDelete

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...