Saturday, June 26, 2010

Mencari Senyum

aku mencari senyum di lorong sepatu, mungkin nyelip diantara baunya. di lemari baju, mungkin nyelip diantara lipatan rok lipit-lipit atau tank top hitam. aku mencari senyum di balik toa masjid yang mengajak sholat.

aku mencari senyum di balik tumpukan gerimis yang turun tipis-tipis, singgah di kepala. aku mencari senyum di balik tuts keyboardku, aku mencari senyum di balik kepulan kopi di meja, aku mencari senyum di balik buku-buku yang menggerutu dicuekin melulu.

aku mencari senyum di balik gayung kamar mandi, aku mencari senyum di balik bulu-bulu sikat gigiku di kamar mandi, aku mencari senyum di antara rambut rumput yang kusut malas sisiran.

aku mencari senyum di bawah kolong tempat tidurku, aku mencari senyum di saku baju monyetku, aku mencari senyum di dalam tas netbookku, aku mencari senyum di antara selipan uang receh di dompet mungilku. aku mencari senyum di antara keriting rambutku.

susah payah aku terus mencari senyummu tidak juga kutemukan.

(2010)

1 comment:

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...