Wednesday, January 19, 2011

Surat Cinta #6: Untuk Malam

weheartit
sewaktu menulis ini, kamar saya memang sedikit berantakan. tak ada fotonya, hm sedikit mirip :D tapi saya sudah tak sabar ingin menuliskannya



“Where are you?"

Itu adalah kalimat pendek yang cukup menusuk dan membuat saya bersemangat di malam ini. Mungkin bukan hanya itu, ada hal lain yang membuat saya begitu bersemangat. Malam ini saya tidak akan makan nasi goreng kesukaan lagi. Atau malam ini saya tidak akan bertemu Ibu-Ibu penjual bunga itu lagi.


Hanya saja saya merasa malam ini begitu spesial.

Ada keajaiban yang mendadak menjalari saya. Buku 40 ribu yang dibeli oleh Mas Wied, semacam pertanda kita akan bertemu. Tidak adanya penolakan, semacam pertanda bahwa ada sesuatu yang baik. Membaca pesanmu juga membuat saya senang seketika. Lalu, ketika dekat pun saya kembali merasakan perasaan nyaman yang masih sama.

Mendengarkan. Berbicara dan didengarkan.

Semua begitu lepas dan begitu leluasa. Mungkin itulah yang dikatakan orang jodoh. Ada perasaan yang membuatmu “nyaman” ketika kamu berada begitu dekat dengan seseorang. Ada perasaan yang “tidak takut malu.” Ada perasaan untuk dapat bercerita “apa saja” tanpa takut di-judge.

Itulah yang saya rasa, saya dan malam ini berjodoh. Malam ini, ada yang memeluk saya begitu hangat, sehingga saya tak ingin lepas. Ketika menulis ini, saya mengambil jeda sebentar menutup mata lalu membayangkan wajahmu sekali lagi.

Kamu tahu, banyak hal yang tidak kamu ucapkan. Tapi saya bisa merasakannya.

“I just can feel you, boy.”

Tidak banyak yang dapat mengatakannya. Saya dengan lantang mengatakannya, menghantarkanmu untuk malam. Lalu, kamu akan dilindungi malam. Saya berdoa kamu juga tahu, bahwa saya adalah jodoh kamu. Walau mungkin belum sekarang.

Malam pun menghantar saya pulang. Bahkan di dalam angkot yang gelap sekalipun, saya tidak dapat menyembunyikan senyum saya yang lebar-lebar ini.


No comments:

Post a Comment

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...