Friday, January 14, 2011

Surat Cinta #1: Untuk Kamu

Ini 30 Hari Menulis Surat Cinta. Dan di hari pertama ini, saya ingin menulis tentang kamu. Sejak saya bangun pagi, saya mencium bau parfummu di kamar saya. Saya merasa sangat menyesal karena pernah mengijinkan kamu untuk pergi. Sejujurnya, saya tidak pernah melakukannya. Di dalam hati saya yang paling dalam kamu tetap ada. Saya bohong ketika saya bilang saya tidak lagi memikirkanmu, buktinya sepanjang hari ini saya melakukannya. Saya membayangkan setiap detail kebersamaan yang pernah ada. Awal bertemu. Obrolan pertama kita. Hal-hal manis. Senyum dan tawa pertama kita. Tidak ada keburukan yang saya bisa ceritakan di sini. Kau itu pria pertama yang membangun kebaikan di dalam perjalanan saya. Kau pria pertama yang ajarkan saya keberanian. Kau adalah pria pertama yang membawa saya mengenal dunia tulis menulis semakin dalam. Kau adalah pria pertama yang ajarkan saya mengobrol dalam-dalam. Awal tahun ini tekad saya adalah: move on. Saya sengaja tidak mau lagi berhubungan denganmu. Saya sengaja ingin melupakan dan menganggap kebersamaan diantara kita itu tidak pernah ada. Saya ingin menghilang saja. Tapi terlalu sulit. Kenapa kamu selalu ada. Saya sempat berpikir, mungkin kamu buat saya dan saya buat kamu. Hm, saya sendiri masih tidak terlalu yakin dengan ini. Mungkin kamu pun demikian. Kabar terakhir, kamu sedang dekat dengan orang lain. Sudahlah, mungkin orang itu yang terbaik untukmu. Kalau memang begitu, pergilah. Tadi, ketika di angkot, saya memejamkan mata saya dan berucap pelan kepada semesta yang mendengar saya: saya kangen kamu. Ini rasa kangen serius. Saya kangen segala kebaikan yang pernah kita lalui bersama. Saya kangen kamu dengan segala kekurangan yang kamu punya. Saya kangen suara beratmu. Saya kangen kerut-kerut di dahimu. Saya kangen sinar di matamu. Saya kangen berbagi cerita denganmu. Bahkan saya kangen cerita dua pelangi. Kamu ingat waktu kamu bilang bertemu dua pelangi. Saya terlalu percaya bahwa pelangi yang satu itu pekerjaanmu dan satunya lagi itu saya. Saya sangat senang waktu akhirnya kamu pindah ke Bandung. Lalu sejauh ini tidak ada yang buruk tentang kamu. Saya bahkan tidak punya alasan untuk menyuruh kamu pergi. Kamu sudah menjadi bagian dari hidup saya. Kamu pria yang buat saya pernah jatuh cinta sejatuh-jatuhnya. Ini surat cinta buat kamu. Entah kamu membacanya atau tidak. Tapi ada satu hal yang tidak bisa membuat saya berhenti menulis: itu adalah sayang yang saya punya – sekali sayang, sampai kapanpun begitu, tidak berkurang. Dimanapun kamu, kamu selalu yang pertama di hati saya. Saya hanya mau bilang saya tidak pernah menyesal mengenal kamu, terima kasih untuk segala kebaikanmu, terima kasih selalu ada untuk saya sepanjang tahun-tahun kemarin, saya masih sayang sama kamu. 


Tiba-tiba saya merasa sentimentil mengingat ini, tapi kamu punya sepatu yang mirip ini. Dan saya suka memanggilmu Mr. White T-Shirt. 

7 comments:

  1. mbak.
    aku ultah di 14 feb, aku niru konsep mbak yang nulis hadiah untuk diri sendiri selama 30 hari,
    ijin kopi ya?

    makasih,
    hilmy, purwokerto.

    ReplyDelete
  2. Cantik. nendang dihati. Saya ulang tahun besok,... tapi gak bisa ngapa-ngapain. Luv U Mbak Theo

    ReplyDelete
  3. hey! masih mengingat si bun**t itu? dia akan datang untuk kamu, asal kamu tetap yakin.

    ReplyDelete
  4. mba
    izin kopi tapi diedit lagi ya :D

    ReplyDelete
  5. aku suka banget sama tulisan2 kak theo. apalagi yang surat cinta hari pertama. aku banget :D izin copast ya kakak :) thank you

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...