Tuesday, January 25, 2011

Surat Cinta #12: Untuk Tunggu

Kadang saya terlalu buru-buru. Terlalu cepat untuk mengambil keputusan, apapun itu. Lupa akan satu waktu yang dinamakan jeda. Jeda itu bukan penundaan. Atau sengaja berlama-lama dengan waktu. Jeda itu adalah waktu yang harusnya sengaja saya ambil untuk mendengarkan hati.

Tapi jujurlah, saya kadang malas untuk mendengarkan hati saya sendiri. Saya terlalu sibuk wara-wiri dengan segala pikiran yang saya punya, lalu lupa.

Begitu saja. Sesederhana itu.

Lupa sama suara hati sendiri. Tak punya waktu jeda. Ingin selalu memperbaiki semua semau saya. Kemudian keteteran. Tertumpuk dengan banyak sekali hal-hal – bukannya justru berkurang. Tapi setiap hari bertambah dari hari ke hari.

Ketika bangun pagi ini, badan saya begitu lengket dengan kasur saya. Tank top saya sedikit basah. Mungkinkah saya berkeringat. Atau saya terlalu kuatir sampai berkeringat. Entahlah, tapisaya merasa kamar saya panas sekali.

Saya bangun. Duduk sebentar, memejamkan mata. Lalu mulai mendengarkan hati saya.

Hm, kenapa sepi ya?


weheartit



“Hallo.”











1 comment:

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...