Sunday, January 23, 2011

Surat Cinta #10: Untuk Mas Edi & Mbak Evi


weheartit.

"menjadi manis sampai tua. Tidak berhenti melakukan hal manis seumur hidupmu.
Lalu menularkannya kepada orang lain."





Untuk surat Cinta Hari ke-10 saya akan menulis kepada hal manis yang saya alami. Sekitar dua hari yang lalu, saya menerima message di inbox FB saya isinya kira-kira begini..

“Theo, kamu dimana. Aku telpon kenapa gak masuk? Aku butuh beli buku kamu nih..”

Pesan itu dikirim oleh Edi Omen, seorang pekerja Bank yang mencintai fotografer dengan segenap hatinya. Kebetulan Mas Edi, begitu saya memanggilnya pernah juga memotret saya untuk sebuah project fotonya.


Tentu saja message itu langsung saya balas dengan cepat. “Sorry mas Edi, hape saya memang sedang error. Jadi off hape dulu. Tapi kalau mau bertemu, yuk..besok kita bisa janjian.”

Kurang lebih seperti itulah saya membalasnya. Di dalam hati, saya kegirangan. Bayangkan ada yang mencarimu hanya untuk membeli karyamu, itu seharusnya suatu kehormatan. Sebagai tukang bikin karya, mungkin apa yang saya buat itu belum apa-apa. Tapi apresiasi orang lain itu seperti api – selalu membakar.

Besoknya, dengan kondisi hape masih rusak. Saya meminjam hape teman saya, lalu meng-sms mas Edi untuk janjian di tempat yang telah ditentukan. Saya belum mandi. Karena itu adalah hari libur, hanya menggunakan celana pendek, sweater seadanya. 

Saya datang ke tempat yang dituju. Ternyata di sana Mas Edi datang bersama istrinya Mbak Evi, setelah berkenalan dan ngobrol-ngobrol sebentar. Akhirnya saya tahu kalau hari itu adalah hari ulang tahun perkawinan mereka yang ke-17.

“Iya Theo, jadi hari ini HUT perkawinan kita yang ke -17. Anak-anak tinggal di rumah, Kita ngerayainnya, ya gini..naik angkot berdua. Hm, kemungkinan sih nggak pulang..” Mas Edi melanjutkan kalimatnya dengan kerlingan mata nakal :D

“Ah. Sweet.” Pekikku tertahan. Bukankah itu adalah hal manis teman? merayakan HUT perkawinan yang ke-17, naik angkot berdua, lalu melakukan segala sesuatu berdua saja. Oke, pointnya adalah menjadi manis sampai tua. Tidak berhenti melakukan hal manis seumur hidupmu.

Lalu menularkannya kepada orang lain. Kepada saya dan kamu yang membaca posting ini.

Mas Edi dan Mbak Evi, Happy anniversary! Selamat mencicipi manisnya hari ini. Kalaupun ada yang pahit, jangan diludah, telan saja. Itulah keseimbangan hidup ini. Lalu selamat "nakal" malam nanti. 

Surat cinta ini buat kalian. Eh, selamat menikmati buku saya juga ya. 

LOVE.

The.

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...