Monday, February 21, 2011

Jarak

tubuhku
ditumbuhi ilalang
liar dan rimbun
meliuk di ruas jantungku
menancapkan kakinya 
membunuh detak
mati, mati

****


Jarak itu semacam latihan keseimbangan. Berjarak atau mengambil jarak itu semacam berdiri sebagai Tuhan lalu melihat manusia dari kejauhan. Tentu saja saya percaya, Tuhan dapat berdiri dimana saja. Termasuk saat ini berdiri di sudut hatimu. Tapi ada jarak yang selalu dibuatNya untuk melihatmu tumbuh sendiri.

Saya memutuskan kali ini, saya mengambil jarak saya sendiri. Duduk di tempat paling jauh paling ujung paling tidak dapat dijangkau. Dan menikmati segala keriuhanmu dari jauh saja. Menikmatimu tidak dari dekat. Kali ini saya ingin punya jarak pandang yang begitu luas.


Saya ingin berjarak. Bisa jadi ketika saya berjarak, saya dapat mengatur segala sesuatunya dengan lebih matang. Saya mulai menjadi sama seperti Tuhan. Menyusup pelan-pelan di ujung hatimu, berdiri di sana, duduk di sana, menginap di sana.

Saya memelukmu tak kasat mata.

Kalau Tuhan itu cinta. Seharusnya saya sebagai penganut Tuhan juga punya cinta. Hanya saja mungkin kali ini cinta saya berjarak. Walau tetap lintas waktu. Saya akan berdiri begitu jauh dari tempatmu berada. Dengan kadar cinta yang masih penuh, tapi jaraknya begitu renggang.

Ketika saya menulis kalimat-kalimat ini, di kepala saya muncul pernyataan Jatuh cinta itu hak. Tidak membalas cinta juga (hak)? Lalu Kalau ada yang mencintaimu begitu rupa. Mungkin kamu harus belajar menghormatinya.

Ini adalah pernyataan jarak. Ketika kamu memposisikan dirimu menjadi orang lain. Ada batas yang kamu buat, keluar dari dirimu sendiri lalu mulai menjadi diri orang lain. Saya tertegun sendiri dan berpikir, saya belum dapat melakukan banyak.

Saya capek. Dan saya hendak mengambil jarak sebentar. Setelah kita berjarak, mungkin kamu juga belum bisa mencintai saya, tapi paling tidak kamu menghormati saya. Itupun kalau kamu cukup punya hati untuk melakukannya.




Selamat siang. Semoga harimu menyenangkan, Tuan!

3 comments:

  1. dicintai dan mencintai adalah hak semua orang....

    ReplyDelete
  2. salam kenaL Mba, mampir ya. tulisannya saya suka!
    ya, dengan jarak kita kadang bisa lebih bijak melihat, mendengar dan merasa...

    ReplyDelete
  3. Terlalu dekat kadang membuatmu jadi tercekat! Terlalu lekat membuat pandanganmu menjadi tak tepat..

    Peluk Theo ^^

    ReplyDelete

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...