Sunday, February 6, 2011

Surat Cinta #23: Untuk Rasa Kangen

weheartit


Hai Kangen. 
Apa kabar kamu? Aku kangen. 

Kalau dimana-dimana selalu ada kamu. Mungkinkah itu yang dinamakan kangen. Jadi hari ini bahkan baumu ada diantara lagu-lagu yang dinyanyikan. 

#kangen itu semacam tangga lagu bisu tanpa lirik.

#kangen itu semacam selipan-selipan bon makan. Bekas makan berdua.

#kangen itu semacam kunyahan kue kering yang seret di mulut tanpa teh manis.

#kangen itu semacam tiap beberapa detik selalu ngecek hape.

#kangen itu seperti ingin sekali bermain hashtag di twitter. Apa daya waktu online-nya hanya sebentar.

#kangen itu seperti langit tidak berbintang. Tidak segemerlap biasanya.

Aku kangen. Telepon dong. Mention please. DM juga boleh.

#kangen itu seperti ingin mention. Tapi deg-degan.

****

Surat ini saya tulis kepada rasa kangen yang begitu memburu sepanjang hari ini. Siapa tahu kita sedikit lupa, apa itu rasa kangen. Ah, ini memang sengaja diambil dari hashtag twitter, supaya #nomention bisa membacanya. 

Selamat kangen. 

2 comments:

  1. kangen itu...kamu
    ya kamu, bukan karena apa tapi karena kamu...

    luar biasa ya rasa kangen ini sampai sesak napas rasanya.
    Ngga ada obatnya, seperti racun dari ular yang paling berbisa...

    Apa aku bisa saja sedikit saja lupa kalau aku kangen kamu? Ah, itu hal tersulit yang tak mungkin aku lupakan.

    Satu pertanyaan bodoh, "apa kamu juga kangen aku?" Entahlah sepertinya ini tak butuh jawaban.

    Biarkan aku menikmati rasa ini, sambil pejamkan mata untuk melihatmu dalam mimpiku.

    Aku kangen kamu...

    ReplyDelete
  2. kangen itu.... aku, kamu antara jarak dan waktu.

    ReplyDelete

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...