Wednesday, February 2, 2011

Surat Cinta #20: (Balasan Surat Cinta) Untuk Miany


#18 kepada kamu ( yang mengaku ) pacarnya hujan
teruntuk Theoresia Rumthe ( @perempuansore )


ketika mengetahui bahwa #18 adalah surat cinta kepada personal di twitter ( sebenarnya aku kesal, karna sudah membuat surat cinta yang siap dipost untuk #18, dan masih menggangap tema tema dalam surat tertentu itu konyol dan ngga asik walau akhirnya aku turuti juga ) yang menurut masing - masing adalah orang yang berpengaruh atau timeline nya selalu menarik untuk dibaca, tentu saja aku langsung memikirkanmu.memangnya siapa lagi? tiffie sembiring? hakh!
siapa sih kamu sebenarnya?
selain perempuan eksotis berambut keriting panjang menawan?
kenapa seakan kamu bisa membaca pikiran ku, padahal kan kita ngga kenal.
apa kamu mata - mata yang dikirim oleh seseorang disana? tentu saja aku berani menuduhmu, karna hampir setiap posting mu di twitter bahkan di blog mu, aku merasa kau menulis tentang aku. tentang kecintaan pada hujan, petang, tentang perasaan mu pada nya, yang dalam versi mu dia itu Ben. biar ngga ketahuan, huh?
Darimana kamu mendapatkan kata kata sederhana yang begitu indah tapi ngga pernah terpikir untuk berkata sesederhana itu, dan setiap membaca nya yang terpikir selalu " aahh..... " .tapi juga nga cuma si " ahhh" yang keluar, sesuatu yang hangat juga sering terasa bergulir di pipi. setiap kata yang terbentuk di kalimatmu seperti serbuk sihir.
dan kata - kata mu yang paling aku ingat " kebahagiaan adalah tidur dengan bantal yang basah dengan air liur, bukan air mata " aku belum bisa nih nemuin kebahagiaan itu. doakan aku ya.
Terakhir, aku perempuan yang sangat normal, aku berdebar melihat pria apalagi yang jangkung dan pandai mengeluarkan melodi dari alat musiknya, tapi aku mo bilang, aku mencintaimu ( pemikiran mu, penampilan mu, kata - katamu, kalimat mu, dan semuanya ), perempuan sore.


with Love.
Theresia Miany 
(lihat, nama depan kita aja hampir sama :) )


****

Hai. Hm, kepada kamu pemilik akun twitter @berhentidi18, kira-kira saya harus panggil kamu siapa ya? Miany kah, begitu kamu dipanggil. Terharu sekali saya baca surat dari kamu sayang :(((

Terus terang saya bukan siapa-siapa. Saya hanya perempuan biasa-biasa saja yang suka sekali wara-wiri kesana kemari, paling tidak suka diam, lalu kadang saya menulis. Terima kasih karena kamu sudah memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya terhadap tulisan saya. 

Itu membuat saya merasa berharga.

Saya serius Miany. Mungkin kita memang belum pernah bertemu, bahkan kita juga bisa dibilang jarang berinteraksi lewat twitter. Tapi membaca suratmu membuat saya merenungi suatu hal: bahkan hal kecil-pun bisa menyentuh orang lain.

Suratmu begitu menyentuh saya. Saya membacanya ketika pulang dalam kondisi fisik dan hati yang begitu lelah sepanjang hari itu, lalu menemukan kesegaran ketika saya membaca suratmu. Seperti ada sesuatu yang dilepaskan.

Ah, kamu dapat salam dari Ben. Ben bilang terima kasih kalau kamu juga sudah sempat menyinggungnya di suratmu sedikit. Lalu hujan ceria sekali, ia loncat-loncat ketika tahu akhirnya ada yang menulis surat cinta kepada pacarnya :D

Lalu soal kutipan itu: " kebahagiaan adalah tidur dengan bantal yang basah dengan air liur, bukan air mata " sebenarnya saya menulis ini, karena waktu itu saya lagi sering menangis di atas bantal. Ini posisi favorit saya kalau menangis. Jangan ketawa, plisss...

Begitulah saya, hanya perempuan biasa-biasa yang mudah jatuh cinta terhadap hal-hal sederhana. Mudah sentimentil. Dalam sekejap juga bisa tertawa-tawa seperti orang gila. Saya suka sekali merayakan perasaan saya dengan cara menuliskannya.

Begitupun kamu bukan? itulah yang membuat kamu bisa menulis dan membuat saya tersentuh ketika membacanya.

Terima kasih Miany. Tetap menulis. Tetap jujur. Tetap menyentuh dengan hal-hal yang kecil. 

Salam kenal dan peluk sayang dari saya,

The.


No comments:

Post a Comment

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...