Monday, February 7, 2011

Surat Cinta #25: Untuk Pria Sexy

Dalam hidup saya mengenal istilah dating. Bagi saya, pengertian dating adalah set a date, have some dinner. Pergi ke luar dengan beberapa pria biasa (baca: menarik) mungkin tidak ganteng-ganteng amat. Tapi mereka punya ketertarikan yang akan membuatmu betah mengobrol dengan mereka.

Ada semacam magnet yang akan membuatmu ingin mengenali hati mereka lebih dalam dan menempel lebih erat. Magnet ini tidak dapat saya jelaskan. Kamu hanya dapat mengetahui dari pertama kali berkenalan. Hanya click pada kesan pertama. 

Beberapa kali, saya melakukannya. Pergi keluar dengan pria-pria itu. Duduk mengobrol. Tertawa berlama-lama. Duduk dengan bir dan kacang goreng sampai jauh-jauh malam: lalu mengobrol dengan saling menatap mata lekat-lekat.

Pertanyaannya adalah kenapa harus mata?

Saya suka sekali menatap mata orang. Dan jawaban lainnya adalah kamu akan mengenali seorang pria dengan magnet itu dari matanya. Ada binar-binar yang terpancar dari sana. Lalu, saya hanya akan tahu bahwa mereka adalah pria yang worth it untuk diajak keluar. 

Kemudian terjadilah kegiatan dating itu. 

Dating ini sedikit berbeda dengan pacaran. Kalau pacaran kamu hanya akan berkomitmen kepada satu pria sedangkan dating adalah kamu akan keluar dengan beberapa pria dalam jangka waktu tertentu, melakukan kegiatan yang menyenangkan, itu saja. 

Ah, tak usah berburuk sangka dulu soal, kegiatan menyenangkan itu. Saya tidak akan menjelaskannya panjang lebar dalam tulisan ini. Intinya adalah, saya membiasakan diri saya untuk pergi keluar dengan pria-pria yang menarik. 

Pria-pria menarik ini, semacam punya sex appeal. Yang akhirnya membuat saya menyebut mereka dengan pria sexy. Sebut sajalah istilahnya seperti itu. Rasanya kalau kamu pergi keluar bersama mereka ada keyakinan dalam diri mereka yang ditularkan kepadamu. Ada rasa nyaman melimpah yang membuatmu ingin tinggal lebih lama, dan tak mau pulang. 

Mereka semacam tahu apa yang mereka lakukan dalam hidup. Mereka punya passion yang begitu besar terhadap apapun yang mereka kerjakan: hal kecil sekalipun.

Menyinggung sedikit mengenai passion. Bagi saya pria yang passionate itu sexy. Mereka selalu worth it untuk diajak keluar dan melakukan kegiatan menyenangkan. Mereka hanya akan membuatmu bergetar. 

Mungkin mereka tidak cukup ganteng seperti ukuran normalnya. 

Jadi pria sexy itu apa? Ia hanya pria biasa yang membuat perutmu berkupu-kupu. Kupu-kupunya biasanya betah berlama-lama. 




Mungkin ia tidak seperti Theo Hutchcraft. 


Tapi ia adalah pria yang akan membuatmu: ingin menciumnya lama-lama.

****
surat ini untuk pria sexy. kalau kamu punya, silakan cc-in link surat ini kepadanya. salam hangat dari saya.  


2 comments:

  1. Pria sexy saya telah pergi. sayang sekali. padahal dating kami begitu menyenangkan.. tapi ya dia tetap saja jadi pria sexy saya.. yang mampu buat saya bergetar saat baca tulisannya dan menyelam kedalam logikanya. ya dialah pria sexy saya..

    malam ini, sebelum membaca tulisan saya memutuskan untuk tidak lagi mengharapkannya, karena pria saxy saya hanya asik untuk dating!
    :)

    Salam kenal dari saya...

    ReplyDelete
  2. hai, hmmm rasanya senang ya saat bertemu si sexy itu...

    Saya pernah, beberapa kali dating (dgn pria yg sama) saat pertama rasanya agak aneh... justru saya khawatir dia yg ilfil dgn saya hahaha, tp kebalikannya...ada dating berikutnya..


    Nyaman itu penting ya untuk kita para wanita, bagaimana pria memperlakukan kita. Tidak perlu secara istimewa, namun sopan dan terhormat. Jadi betah berlama-lama dan tidak ingin waktu berputar cepat.

    Saya suka saat dia mengucapkan terima kasih, terdengar tulus dan sorot matanya yang indah... hanya saya balas dengan anggukan kepala, sambil tersenyum...

    Tapi sekarang dia telah pergi...
    Good bye, my sexy boy!
    :(

    ReplyDelete

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...