Friday, February 4, 2011

Surat Cinta #22: Untuk Random

Memangnya hidup itu koperasi simpan pinjam.

Kalau bukan saya dan kamu yang punya hidup. Sekali-kali kita harus "meminjamkan" hidup kita kepada orang lain tanpa minta "kembali."

Lalu siapa yang punya hidup?

Padahal, bukan saya atau kamu yang punya hidup?

Sayang sekali, saya terlalu pengecut. Bahkan kalau "meminjamkan" sesuatu pun, saya suka minta "kembali."

...atau mungkin harus berani menggadaikan hidup kita sendiri untuk orang lain.

Hidup itu meminjamkan hati bukan malah menyimpan hatimu di dalam laci, lalu kuncinya disimpan di bawah bantal.

Hidup harusnya mendapatkan hati orang, bukannya malah kehilangan. 

Kalau mau kehilangan hati orang, silakan "underestimate" dia.


weheartit

Ketika menulis ini, saya masih di kasur. Jacob pindah tidur ke depan pintu. Kenapa anjing pilih pintu untuk tidur, ia menjaga supaya tidak sembarang orang masuk menemui tuannya.

Mungkin hati seperti pintu. Perlu anjing penjaga di depannya. Supaya, tidak sembarang orang bisa masuk menemuimu.  

Ini bukan surat cinta. Hanya pikiran random saya. Mungkinkah ternyata, surat cinta itu lahir dari perasaan random kita kepada seseorang?

Atau sebenarnya satu hal yang paling random dalam hidup itu: cinta.

Jawablah diam-diam di dalam hatimu saja.



3 comments:

  1. tulisan2 mu aku suka......
    meski lebih banyak kusulit memahami....
    atau tak perlu aku pahami ?
    cukup suka....barangkali itu yang ada sekarang


    ijinkan untuk aku link ya mbak ? makasih

    ReplyDelete
  2. sesuatu yang random kadang lebih sederhana dan apa adanya. Mungkin memang begitu.. mungkin juga boleh begitu ataupun tidak.

    *peluk erat buat Theo

    ReplyDelete

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...