Thursday, November 4, 2010

Tidak Kali Ini




Aku suka hujan. Tapi tidak kali ini. Aku benci hujan. Aku menyumpahnya dalam-dalam. Kenapa ia harus turun ketika kau tidak di sini. Kau tidak duduk lagi di bawah gorden tua itu. Padahal biasanya kau ada di sana dengan sweter motif kotak-kotakmu.

Kita akan mulai menatap hujan. Kaki-kaki mungilnya menyentuh jendela. Mata beningnya dengan bulu mata panjang. Lalu dress-mini-nya yang berwarna-warni. Ya, kita berdua suka tertawa-tertawa sendiri kalau sudah begitu.

tak ada lagi cinta sayang.
mereka telah habis ditiduri rayap dan penat
lalu senyummu mulai patah di dedaunan.
lunglai di rerantingan

Biasanya setelah itu kita duduk-duduk sampai pagi. Aku membuatkanmu secangkir teh tubruk panas. Kau selalu punya banyak cerita. Aku punya telinga. Kau selalu punya keluh. Aku punya peluk. Kau punya cinta, mungkin tidak banyak. Tapi aku punya hati sangat besar untukmu.

Haha. Ini bukan tulisan gombal. Aku serius. Sini, lekatkan kupingmu di antara denyutan nadiku. Kau bisa mendengarkan mereka dengan sempurna. Bahkan denyut nadiku menyebutkan namamu.

“Kau itu perempuan gombal.”

“Tapi kau suka, aku gombali.” Balasku dengan senyum dikulum.

“Janji, hanya aku yang kau gombali?”

“Hmm. Tergantung sih.” Aku masih menggodanya.

“Kelak, kau akan besar. Kelak aku mungkin tidak bisa duduk berdua lagi denganmu seperti ini.”

“Begitu. Kita masih bisa bertemu. Hubungi aku, aku akan meninggalkan semuanya demi dirimu.”

“Tuh, kan digombali lagi.”

***

terbawa angin sendu
aku tak ingin menangis (lagi)
biarkan air mataku sembunyi
mendungnya tergenangi 


Aku suka hujan. Tapi tidak kali ini. 


3 comments:

  1. pernah juga.malah bukan tidak suka, tapi benci hujan saat itu. udahnya, ngerasa nga enak bgt ngebenci hujan.

    ReplyDelete
  2. Hei, biarkan hujan turun membawa serta duka dan tangismu itu. Bukankah setiap kali hujan berhenti, cahaya mentari akan menyembul di balik awan kelam itu? :)

    ReplyDelete
  3. aku juga pernah benci hujan untuk seketika karena dia membuatku batal bertemu dengan dia, padahal esoknya ia harus pergi pagi-pagi sekali. dan hujan menghalangi aku untuk bertemu dengan dia pada malam itu.

    ReplyDelete

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...