Tuesday, November 16, 2010

Halte



Saya selalu menyukai halte. Saya menyukai konsep menunggu, singgah sebentar, berangkat lagi. Ada aktivitas yang dilakukan di tempat kecil seperti halte. Kadang selewat, tapi halte bagi saya mengandung filosofi tertentu.

Saya tidak suka malam minggu. Saya tidak terlalu suka dengan keriuhan yang biasanya terjadi di malam minggu. Tapi malam minggu lalu, saya memutuskan untuk berjalan sendiri. Berjalan kaki itu selalu menguntungkan. Berjalan kaki juga biasanya membantu saya bercakap dengan diri sendiri.

Dan malam minggu itu, saya berjalan di sekitar halte yang terletak di daerah Sukajadi. Halte yang manis pikir saya, dari kejauhan halte itu menyapa saya. Ia menarik pantat saya untuk duduk diatasnya. Tempat duduknya terbuat dari batu-batu kerikil kecil. Dan tiang-tiang penyangganya tampak masih rapih dengan cat yang masih baru.

Saya memutuskan untuk duduk sebentar di halte itu. Melihat beberapa aktivitas angkot yang lewat. Mengamati orang yang turun naik dari angkot. Melihata perempuan di sebelah saya yang sedang melamun. Dan Pak polisi dengan mobilnya di seberang jalan.

Sembari duduk, saya membayangkan kalau halte itu adalah hati. Sepanjang hidupmu kau banyak menunggu, ada orang yang keluar masuk, singgah sebentar, duduk-duduk, mengamati, kadang melamun, dan kemudian berangkat lagi.

Setiap orang yang duduk di halte, belum tentu punya tujuan. Tapi ada juga yang sudah mempunyai tujuan. Atau ada juga yang hanya kepingin duduk, seperti saya juga waktu itu.

Begitupun dengan hati, kadang ada yang mampir di hatimu, tanpa tujuan. Atau kadang justru mereka punya banyak tujuan.

Saya tidak terlalu peduli. Yang penting sore itu hati saya lega, walau mata saya basah. Tulisan ini mau saya dedikasikan kepada sedan putih dengan plat nomor sekian yang waktu itu lewat ketika saya duduk di halte.

Mereka seperti menyuruh saya untuk melepaskan. Begitupun hati, kadang kau harus belajar untuk melepaskan.

2 comments:

  1. wow..aku suka postingan yg ini.. :)

    ReplyDelete
  2. wah keren..
    kakak boleh pinjem
    gambar haltenya yah?
    cocok sih sama
    sajak aku..yah? plis?

    ReplyDelete

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...