Sunday, November 21, 2010

Day #4: Sumiati

untukmu perempuan yang bernama Sumiati
tanganmu dua, tapi tak bisa melawan
kakimu dua, mau lari kemana
tapi mulutmu ada di segala penjuru
dukamu ada di jiwa kami
bukan pemimpin kami.
setrikalah kembali tangismu yang kusut
guntinglah mendung di wajahmu
menjadi lipatanlipatan pelangi
teruslah berdoa kepada mereka yang sudah lalai hati
berkatilah mereka!
supaya kelak bangkai mereka tidak diendusi babi.

1 comment:

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...