Friday, November 12, 2010

Heineken

Saya dengan pikiran dungu.

Saya masih suka memandang ke dinding dan menunggu wajah Doda (teman kecil saya) muncul di sana. Dan yang paling saya sukai adalah pergi ke kamar mandi, duduk di atas kloset, untuk sekedar memungut kata dari kepala saya untuk dituliskan. 

Akun twitter dengan 140 karakter itu, begitu memicu pikiran dungu saya setiap saat. Mereka bergerak, memburu, loncat-loncat, hendak keluar menuju timeline. Tolong ini peringatan: follow saya, itu berarti kau follow pikiran dungu saya. segeralah unfollow sebelum kau ketagihan.

1. lalu hujan. mereka selalu datang beramai-ramai. di saat kau kesepian. mereka itu teman
2. belajarlah pada debu. ia mungkin remeh, selalu kau bersihkan. tapi dari situ kau ada
3. belajarlah hangat seperti semut. tiap kali bertemu sesamanya, mereka pasti saling mencium(i)
4. belajarlah pada anjing. karena mereka setia. kalau kau masih selingkuh. kau lebih rendah dari anjing.
5. kalau kau takut bau. belajarlah pada sepatu. ia mencintaimu. walau kakimu bau.
6. belajarlah pada kecoak. ia tak pernah mandi. tapi tubuhnya selalu mengkilap.
7. tak usah ke gereja. cukup ke kloset saja. tutuplah pintunya rapat-rapat. berdoa.
8. kalau anda laki-laki. genggamlah buah pelirmu erat. karena di situ kepercayaan ada. dan kalau anda perempuan. berbicaralah hanya dengan satu mulut.
9. mendengarkan itu bukan hanya dengan kuping, tapi juga dengan hati.

Saya dan pikiran dungu akan selalu hidup untuk menghantuimu. Mereka seperti,



Jangan banyak-banyak, nanti kau mabuk.

1 comment:

  1. hahahahhaa....
    loved it!
    Memabukan namun menyenangkan! *wink
    Theo mari menupai..
    kamu melewatkn acara menupai 2 mg lalu bersama mata n kwan2! :p

    ReplyDelete

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...