Tuesday, November 23, 2010

Day #6: Bangkai Hujan

petirnya berwarna hitam,
menetes perlahan ke jantungku yang memburu
menikam detakku satusatu.
meremas susuku,
menjalarinya dengan ulat dan semut merah.
lalu, kau tak mau mengaku?
hei kau pecundang, bermulut seribu.
pagi ini selesai bercinta
aku menemukan bangkai hujan
di celana dalammu
aku tak marah kau meniduri hujan
tapi sisakan untukku, tuan!

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...