Tuesday, November 29, 2011

It’s All Yours – Tesla Manaf Effendi feat Mahagotra Ganesha




Semangat untuk bersama yang kemungkinan hendak ditawarkan oleh Tesla Manaf Effendi dan kawan-kawan dari Mahagotra Ganesha dalam album ini. Ketika mendengarkan album ini saya melihat seorang gadis Bali dengan kain kebaya kuning mencrangnya. Atasan merah jambu. Rambut tergerai berjalan di tepi sawah dengan membawa sesajen di tangan sebelah kirinya.

Pergi kemana? Saya tidak tahu.

Bisa saja ia ingin sembahyang. Kira-kira ketika ia sembahyang, ia akan mengucap apa: mugkin penantian. Menanti sang kekasih yang dulunya pernah bersama, terpisah dan sampai sekarang belum bertemu lagi. 

Terdapat banyak emosi di dalam penantian. Menunggu itu bukan kesalahan. Tetapi jika menunggu sesuatu yang tidak pasti apa itu juga bisa disebut kesalahan?—entahlah. Banyak kebingungan, ya pada bagian selanjutnya setelah mendengarkan album ini yang saya rasakan adalah ini. Kebingungan yang menyergap ketika kita ada di dalam penantian. Mungkin itu tadi, kebingungan itu datang supaya kita dapat memilih—apakah kita akan terus menanti atau membuat hati kita berhenti menanti. Selanjutnya ada cinta yang begitu dalam yang saya rasakan ketika mendengarkan album ini. Pertanyaannya adalah sedalam apa kamu pernah mencintai seseorang? Jawabannya hanya kamu sendiri yang tahu. Bagi saya pertanyaan sedalam apa? akan dijawab dengan saya mencintai sampai saya tidak lagi mencintai. Rasa cinta saya habis—selesai hanya pada orang itu. Lalu yang tersisa adalah kesetiaan,  ketika menanti. Tak ada yang bisa dipegang. Selain setia. Percaya atau tidak, bisa jadi orang yang sedang kita nanti, tidak setia. Ia malah melakukan sebaliknya. Tapi setia kepada cinta itu sendiri, bukankah jauh lebih tinggi nilainya? Selanjutnya ketika mendengarkan album ini ada rasa marah. Marah kepada siapa? Marah kepada waktu yang tidak juga berpihak kepadamu. Marah kepada Tuhan sang pemilik waktu. Marah kepada diri sendiri yang ternyata tidak cukup sabar. Atau bisa jadi rasa marah itu datang begitu saja. Mengendap. Membuatmu hanya bisa diam berhari-hari. Selesai itu, segala sesuatu diselesaikan dengan damai.

Tesla Manaf Effendi, tidak hanya seorang musisi. Ia seorang pribadi yang ketika berkarya mampu menghadirkan pribadinya yang melankolis koleris ke dalam karya-karyanya. Ada emosi yang naik turun, seperti yang berusaha saya gambarkan di atas. Satu hal yang saya rasa sangat penting di dalam album ini yang patut kita apresiasi adalah : rasa cinta kepada Indonesia. Semangat yang coba ia tularkan untuk tetap setia kepada bangsa ini, walaupun sesekali ada ketidaksetiaan.

Ketika saya sampai di sini, saya membayangkan si gadis Bali tadi dengan kebaya kuning mencrangnya. Membawa sesajen di tangan kirinya, pergi ke pura terdekat dan berdoa untuk seseorang yang ia sebut sebagai kekasihnya bernama: Indonesia.



Beli albumnya ya teman, infonya silakan follow twitternya Tesla https://twitter.com/#!/teslamanaf :)



2 comments:

  1. saya sudah denger beberapa lagunya di soundcloud, dan wow!
    eh ternyata pas mampir ke sini... terima kasih sudah bikin saya ngidam beli albumnya, mbak :)

    ReplyDelete
  2. ihhhh pengennn~ :s
    yaampun, kekasihnya... bernama Indonesia.. :c


    *betewe, mampir balik ya kak?:)*

    ReplyDelete

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...