Tuesday, August 10, 2010

Dalam Tidur

lalu, kau ini sebenarnya siapa? kenapa dikala aku hendak lupa, kau ada. menyapa. memberikan semacam pertanda. kau itu tidak berubah, terlalu dingin untuk menjadi seorang kekasih. aku ragu, meraba hangatmu. tapi aku tidak bisa membohongi sesuatu yang ada di sini. di dalam hati, deg-degan itu masih ada.

ketika tidur, tidak ada detik. hanya ada detak jantung kita yang acak. itu pengatur waktu kita. pengatur waktu yang selalu membuat aku menunggu dengan tidak sabar, aku tidak mau kehilangannya. aku percaya detik telah mati, karena aku tidak terbatas oleh apapun juga. betul?

tapi detak di dada tetap terjaga.

sayang, di tidur itu kau begitu tampan. pemalu, dengan aura cerdas yang tidak ada duanya. sejujurnya aku hendak mengakhiri tidur ini, aku hendak mencubit diriku sendiri, supaya aku bangun, dan duduk-duduk diantara jendela. merokok? tidak, aku tidak merokok.

tapi, tidak aku memilih untuk terus tidur. menikmati rasa nyaman di antara guling dan selimut, menikmati hangatmu di sana.




bahkan kau selalu ada dalam tidurku, kau ini sebenarnya siapa?

2 comments:

  1. terima kasih untuk tulisan ini perempuan sore..saya tidak tau kata-kata apa yang saya harus pakai, mengungkapkan apa yang saya rasa, sampai saya temukan posting ini :) ..kata-kata diatas begitu tepat tanpa celah...^^...-

    ReplyDelete

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...