Wednesday, November 27, 2013

Setiap Orang Bisa Saling Mengirimkan Pesan





Temanya minggu ini adalah: setiap orang bisa saling mengirimkan pesan. Setiap orang adalah pembawa pesan bagi yang lainnya. Asalkan kita bisa buka hati kita dan merasa. Hal ini bisa disebut sebagai tanda, signal, frekuensi, “membaca” atau apapun istilahnya.

Saya selalu percaya apapun yang disebut sebagai “kebetulan” sebagai sesuatu yang bukan kebetulan. Mengutip sebuah bacaan: jika kebetulan kebetulan tersebut terlalu banyak terjadi, apakah masih bisa disebut “kebetulan.”

Sampai di sini, saya selalu melakukan itu kepada diri sendiri. Mengecek kebetulan dan meminta tanda. Sedikit absurd memang. Jika saya menjelaskannya: ini akan seperti, setiap hari, ketika saya hendak beraktivitas di pagi hari, mood apapun yang sedang saya lalui, saya selalu memejamkan mata saya dan meminta paling tidak 3 tanda.

Ketika saya membuka mata, saya akan menemukan tanda-tanda itu dari sticker yang ada di mobil yang lewat, tulisan pada papan iklan, atau bisa jadi pada tanda smile berwarna kuning yang terdapat pada helm pengendara motor.

Sebut saya gila. Tetapi jika kamu baca kalimat pembuka saya di atas bahwa “setiap orang bisa saling mengirimkan pesan” dan kamu percaya, maka mungkin kamu juga tertarik untuk melakukan hal yang sama.

Saya masih ada di dalam penelitian saya tentang hal ini. Bahwa pesan-pesan itu akan datang. Bahwa di satu titik, ternyata kita sedang berada dengan frekuensi yang sama dengan orang lain. Yang membuat kita akhirnya connecting.

Saya suka mengirimkan sinyal dan pesan saya kepada orang lain dalam diam. Kamu juga bisa melakukannya. Bisa jadi orang tersebut adalah orang yang kamu suka. Atau yang pernah ada di masa lalu kamu. Atau orang yang mungkin akan ada di masa depan kamu sekaligus. Pejamkan matamu sebentar, bayangkan orang itu sebentar, kemudian kirimlah pesanmu lewat hatimu.

3 comments:

  1. Langsung dipraktekkan
    aku selalu percaya 'yang disampaikan dari hati, akan sampai ke hati juga'

    ReplyDelete
  2. pesan yg dikirim dlm diam semalam trnyata membwa dmpak ke alam mimpi..miss my mom so much :)

    ReplyDelete

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...