Tuesday, November 5, 2013

Bercerita Dengan Erni Aldjai



Ketika saya dipilih untuk menjadi Host untuk Blog Guest tulisan dari penulis Gagas Debut, untuk Novel Kei karangan Erni Aladjai, maka saya berniat untuk bertanya beberapa hal kepada dia melalui email yang saya kirimkan. Kurang lebih, ini beberapa pertanyaan saya untuk Erni, selamat membaca.


Mengapa memilih Kei?
Sebab Kei punya budaya yang menarik. Waktu saya membaca adat dan budaya Kei, saya langsung jatuh cinta dengan ajaran leluhurnya.

Ada kesulitan tidak ketika riset tentang falsafah dan adat istiadat di Kei?
Kesulitannya saya tidak tahu siapa orang yang harus saya wawancara untuk berbicara tentang Kei, kemudian riset novel ini, saya alihkan dengan riset pustaka saja. Setelah menulis ‘Kei’ justru terbuka jalan untuk mengenal orang-orang yang tahu tentang Kei. Alhamdulilah.

Bab berapa dari buku ini yang kamu rasa berat sekali ketika menuliskannya?
Pada Bagian Satu ‘Malapetaka’ bagaiamana perang saudara itu merenggut banyak hal dari kedua belah pihak. Pada bagian ini juga saya harus menuliskan ‘mayat-mayat’ korban kerusuhan. Ini yang paling berat.

Saya suka sekali kisah cinta Namira dan Sala di buku ini, dan saya kepingin tahu bagaimana pendapat kamu tentang jatuh cinta berbeda agama?
Salah satu yang tak bisa dikendalikan adalah kepada siapa kita jatuh cinta. Ini seperti ‘hati’ itu punya Tuhan sendiri. Gus Dur pernah ditanya, apakah menikah beda agama boleh? Gus Dur bilang: Tentu saja boleh. Karena yang melarang adalah mereka yang mengajinya belum khatam, baru sampai ke al-Bhaqarah, belum memahami al-Maidah“. Saya suka jawaban Gus Dur ini.

Jika kamu punya satu orang kesayangan yang ingin kamu ucapkan terima kasih dalam pembuatan buku ini, siapa dia dan kenapa?
Pacar saya, sejak awal dia mendukung saya menulis ‘Kei’. Dia mengirimkan buku-buku tentang Maluku ke Sulawesi untuk saya pelajari. Dia duduk berjam-jam membaca ‘Kei’ di saat saya lelap, dan kemudian keesokannya dia memberi beberapa saran. Dia juga yang memprintkan naskah Kei, memasukkannya dalam amplop dan mengirimkannya ke panitia DKJ.

Apakah ada musik yang jadi soundtrack ketika menuliskan Kei?
Maksud Kak, Kei terinspirasi dari sebuah lagu ya? Kalau itu maksudnya, tidak. Tapi kalau maksudnya saat menulis ‘Kei’ saya mendengar musik saat menuliskan ‘Kei’, itu ada. Saya mendengar lagu-lagu Iwan Fals, Kla Project, Slank dan Carla Bruni.

Kira-kira jika Namira dan Sala jadi menikah, kamu kebayang nggak nama anak mereka siapa?
Jika Sala dan Namira menikah, nama anaknya Samira ini kalau perempuan. :P. Tapi kalau lelaki : Kai. Kai artinya laut.

Ada "filosofi hidup" yang ingin dibagi?
Kita berbuat baik pada orang lain, bukan karena agamanya. Tapi karena seharusnya itulah yang kita mesti lakukan sebagai manusia. (Norak ya kak? jangan ketawai ya kak.)

Terima kasih Erni untuk waktunya. 

Silakan follow Erni di @ErniAladjai dan baca tulisannya di pohonsagu.blogspot.com 




1 comment:

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...