Monday, December 2, 2013

Dan Tempat Pulang Itu Adalah Kamu




Kata orang wajah adalah cerminan dari hati. Terkadang wajah itu sendiri tidak bisa berbohong. Tetapi saya bisa belajar untuk menahan. Menahan semuanya, hingga saya merasa bahwa ada waktu untuk menumpahkan semua itu ke dalam gelas.

Gelas itu adalah kamu. Kamu selalu kosong. Pada akhirnya sayalah yang suka memenuhi kamu. Saya senang ketika mengisi kekosongan yang ada di dalam diri kamu: dengan keceriaan, dengan kesedihan, dengan kedataran, bahkan dengan setiap kebosanan yang saya rasakan.

Gelas itu akan meluber. Saya senang ketika melihat perasaan perasaan saya tumpah. Akhirnya mereka mengalir lalu meluap. Saya tidak tahu apakah kamu merasakan perasaan meluber itu atau tidak.

Sampai di sini saya ingin berterima kasih, kamu adalah gelas kosong itu. Kamu tidak pernah mengeluh ketika saya selalu merepotkan. Kamu tidak marah-marah ketika waktumu selalu saya curi, dan kesabaranmu selalu saya curi.

Kamu adalah gelas kosong itu.

Suatu ketika saya menceritakan tentang sebuah perjalanan panjang. Penuh lika-liku. Banyak yang saya temui di jalan. Banyak yang saya alami. Saya lama sekali sampai kepada tujuan. Saya lelah, ingin beristirah. Saya lalu merogoh ke travel bag yang senantiasa menemani saya selama perjalanan. Merogoh ke dalamnya, dan menemukan gelas kosong, meraihnya dengan jari-jari saya, dan membawanya keluar.

Saya lalu menumpahkan segala lelah saya kedalamnya. Kamu menjadi penuh. Dan saya lega. Ketika selesai, saya mengembalikan kamu ke dalam travel bag saya. Saya kembali melanjutkan perjalanan.

Kamu bersama-sama dengan saya melalui jalan panjang dan berliku-liku. Kamu terguncang-guncang karena langkah kaki saya yang mendaki maupun menurun. Tetapi kamu tetap bertahan dan kamu tidak pecah.

Saya menulis ini untuk kamu. Dan ketika menuliskan ini saya tiba-tiba ingat sebuah kalimat yang berkata:


“Sebuah perjalanan panjang yang berliku-liku selalu butuh tempat untuk pulang. Dan tempat pulang itu adalah kamu.”

1 comment:

  1. penulisan yang dekat situasi saya. salam sore dari Malaysia ! :)

    ReplyDelete

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...