Thursday, January 24, 2013

Sedang Tidak Baik Sekarang Tapi Akan Baik Baik Saja





Saya selalu percaya bahwa segala sesuatu yang dari hati pasti akan sampai ke hati. Saya sering mengatakannya berulang-ulang kepada diri saya maupun kepada orang lain. Segala sesuatu yang berasal dari hati akan sampai ke hati.

Segala sesuatu yang ditulis dari hati akan sampai ke hati. Segala sesuatu yang dinyanyikan dari hati akan sampai ke hati. Dan akhir-akhir ini urusan hati ini membuat saya belajar banyak.

Oke, saya bingung harus memulai dari mana. Yang saya lakukan akhir-akhir ini adalah banyak meng-evaluasi diri saya sendiri. Banyak mendengarkan diri saya sendiri. Banyak menulis. Yang terakhir biasanya adalah obat untuk “menyembuhkan” demikian saya selalu menyebutnya.

Beberapa hari yang lalu sahabat saya, mengirimkan sebuah email yang berisi cerita pendek yang ia buat. Dan menyuruh saya untuk memberikan komentar. Ketika membaca cerita pendek itu, air mata saya tergenang. Saya sedih membaca ceritanya. Saya membacanya dengan perasaan-perasaan campur aduk menebak akhir ceritanya akan seperti apa. Tapi cerita itu berakhir dengan senyum panjang.

Oh, jelas sekali tulisan teman saya ini berasal dari hatinya yang paling dalam. Lalu saya ingat kembali sebuah perjalanan pulang bersama seorang teman di dalam mobil. Di luar gerimis. Dan dari radio terdengar Glenn bernyanyi Malaikat Juga Tahu yang begitu syahdu. Yang membuat saya menahan tangisan selama perjalanan itu.

Dan kenapa saya akhir-akhir ini begitu cengeng. Haha. Karena saya sedang patah hati. Jika selama ini saya pandai beteori tentang ini dan itu perihal “hati” maupun “patah hati”.

Tidak semudah itu ternyata. Saya sampai pada kesimpulan bahwa patah hati itu menyebalkan. Dan tidak enak sekali rasanya.

*tarik nafas*

Lalu apa yang biasanya kamu lakukan pada saat pada patah hati?

Selain menangis, yang saya lakukan adalah curhat panjang lebar dengan beberapa orang teman. Menulis. Dan menangis lagi.

Jawaban yang saya dapatkan adalah: Theo, you’re gonna be ok!

Saya sedang tidak baik sekarang. Tapi akan baik-baik saja nanti.  

Kembali ke urusan hati. Tidak ada yang mudah. Mungkin yang saya perlukan adalah rehat sejenak. Dan membiarkan hati saya tumbuh kembali. 

8 comments:

  1. Everybody's fine, and will always be :)

    ReplyDelete
  2. apakah mengorbankan perasaan demi menjaga tali persahabatan juga dapat disebut patah hati? jika ya, berarti nasib kita sedang sama Kak Theo :")

    ReplyDelete
  3. I sending you alots of hugs & kisses *smooch*...rinduuu sekali ingin ketemu Theo,
    cerita-cerita sampai mengantuk ketiduran dirumah dea..

    ReplyDelete
  4. Seberapapun buruknya keadaan, semua akan berlalu seiring berjalan waktu. Yang diperlukan sekarang adalah, serahkan waktu kepada waktu. Get well soon kakak theo :">

    ReplyDelete
  5. Apa yang saya lakukan saat patah hati?
    Mengunci diri di kamar lalu kemudian menangis sepuas hati :)

    ReplyDelete
  6. berkaitan dengan hati memang tak mudah untuk diubati ..

    ReplyDelete
  7. apa yang dilakukan ketika patah hati?
    berdamai dengan keadaan dan menerima kenyataan :)

    ReplyDelete
  8. Bagian yang kusuka dari patah hati adalah aku menangis sesukaku,tanpa malu...dan bagian lain yang kusukai dari patah hati adalah kemuramaanku,dimana aku sudah tak bisa berfikir dengan otak tapi aku menikmatinya,apa mungkin patah hati sama dengan jatuh cinta? Karena otakku rasanya sama sama mati rasa :)

    ReplyDelete

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...