Saturday, January 5, 2013

Home #5





Liburan Natal kali ini ada Joshua Nafi, Nicholas, Bung Roy Tomasila yang datang ke Ambon dan bersama-sama. Setelah beberapa kali janjian dengan Joshua di Bandung dan belum ketemu-ketemu juga, akhirnya kami bertemu di Ambon.

Sepanjang beberapa hari kami jalan-jalan bersama-sama. Ini adalah kali pertama Joshua dan Nicholas ada di Ambon, hari pertama mereka sampai, kita langsung ke Natsepa. Di sana mereka langsung nyebur ke pantai. Kami makan es kelapa muda. Dan tentunya makan rujak Natsepa.



Ada ungkapan yang bilang bahwa “belum ke Ambon kalau belum makan rujak Natsepa.” Kalau kamu penasaran seperti apa sih rujak Natsepa itu, kamu harus datang ke Ambon.

Keesokan harinya, kami jalan ke daerah Amahusu, Latuhalat, dan mengunjungi Pintu Kota. Dari Pintu Kota, kami menuju ke Waai untuk melihat Morea (Belut dalam bahasa Indonesia).

Pintu Kota

Terakhir kali saya ke sana ketika saya masih kecil. Waai adalah tempat yang menyenangkan karena di sana terdapat mata air yang sangat jernih dengan belut belut yang hidup di bawahnya.

Biasanya akan ada pawang yang masuk ke dalam kolam air dan memanggil belut tersebut untuk keluar memakan kuning telur yang diberikan oleh pawang. Setelah dari Waai, kami menuju ke tempat pemandian air panas di Tulehu. Seperti biasa Joshua dan Nicholas langsung mandi.

Tidak lupa kami mengakhiri sore itu dengan makan Singkong goreng dan Sukun goreng ditambah dengan sambal Ambon yang tidak ada duanya. Malamnya, kami makan Nasi Kuning di belakang gereja Maranatha.

Esok paginya, kami pergi ke gereja bersama-sama dan sampai di sana. Karena pagi itu Bung Roy akan berkhotbah di sebuah gereja kecil di Skip. Joshua akan kesaksian. Dan saya menyanyi. Kami pelayanan bersama-sama.

Sepulangnya, kami melanjutkan perjalanan ke Liliboy, Alang, Larike, dan beberapa kampung yang ada sampai di Tanjung yang paling ujung. Di sini kami bisa melihat Batu Layar. Karena bentuk batunya seperti layar perahu. Dan malamnya kami singgah makan malam di rumah Bung Elvis (salah satu teman).

sunset di Larike

Bagi saya ini bukan sebuah liburan Natal biasa. Karena setiap kepulangan pasti ada maksud. Mungkin salah satunya adalah menemani Joshua, Nicholas, Bung Roy ketika di Ambon. Dan bertemu dengan Cindy, Hervian, Gracia, dan teman-teman lainnya.

Yang membuat pulang kali ini sangat menyenangkan.

J

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...