Tuesday, December 4, 2012

Halo






Aku memikirkanmu sedikit. Kamu sedang apa? Kamu sekarang dimana. Tapi terus terang ini bukan lagi perasaan kangen. Ini entah perasaan apa. Aku sendiri juga tidak tahu.

Hujan di luar. Sungguh deras. Payung orang orang bahkan terbang terbang. Aku tahu kamu mengirimkannya untukku. Kamu masih tetap manis seperti dulu. Aku suka hujan, dan kamu mengirimkannya untukku.

Aku menuliskan ini hanya untuk bilang terima kasih bahwa kamu masih terlalu peduli. Aku menulis ini sambil minum kopi. Ini kopi yang enak sekali. Karena rasanya begitu pahit. Persis seperti ketika kamu meninggalkanku.

Tapi kali ini aku menikmati kopi ini bersama orang lain. Dia menginap semalaman. Kami mengobrol semalaman. Dan dia teman mengobrol yang menyenangkan. Ah, dan lagi kamu tidak perlu cemburu.

Toh, di antara kami pernah ada kata yang bernama cinta. Cinta yang luruh seiring hujan yang jatuh di kepala.

2 comments:

  1. Halo, Kak Theo! selalu suka deh tulisan Kak Theo :D aku juga suka hujan loh hehe. keep inspiring, kaaak! :D

    ReplyDelete
  2. hujan memiliki kenangan dan hadirnya selalu mampu membangkikan kenangan lama

    ReplyDelete

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...