Tuesday, November 20, 2012

Balkon Kecil






Ketika meninggalkan kamar yang berantakan seperti itu. Saya berpikir bahwa saya kepengin sekali punya rumah sendiri. Dengan jendela jendela lebar dan balkon kecil menghadap ke arah matahari terbenam.

Di sana saya biasa duduk di sore hari. Menghisap kretek sesekali. Dan membaca buku. Kadang kadang menulis. Menulis apapun yang saya suka. Ditemani seekor anjing kecil yang saya beri nama Estelle.

Saya tidak lagi memikirkan tentang kamu. Karena kamu hanya menjadi bagian dari masa lalu saya. Saya tidak melupakanmu. Hanya saja bagi saya kamu telah tiada. Kita telah menjadi orang asing.

Dan pada suatu hari ketika kita bertemu lagi. Saya tidak akan mengulanginya. Seperti perkenalan pertama, menyebutkan nama dan bersalaman tangan. Saya merasa itu adalah hari terkutuk saya. Ketika saya mengenalmu untuk pertama kalinya.

Kini, saya benar benar telah menjadi orang lain. Kini, kita adalah orang asing. Lebih baik kita tidak pernah bertemu.

Saya hanya ingin sendiri dengan balkon kecil saya. Tidak ada hujan. Tidak ada lagi air mata.

5 comments:

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...