Thursday, December 27, 2012

Home #1





Ketika pulang kali ini, saya memang hanya bermaksud untuk lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga. Terakhir kali Natal bersama Ayah dan Ibu itu sekitar tahun 2005 yang lalu.

Ambon ketika Natal selalu penuh dengan kejutan. Bukan baju baru atau sesuatu yang baru, tetapi ketika bergereja bersama-sama dengan orang-orang yang kita sayangi di malam Natal. 

Bisa jadi itu adalah impian setiap orang.

Dan tinggal di rumah selama beberapa Minggu membuatmu beradaptasi dengan banyak hal. Kawasan rumah keluarga saya adalah di daerah Farmasi bagian atas, di dekat stasiun transmisi Metro TV. Jika saya menggambarkannya, rumah keluarga kami terletak di bagian gunung dan jika duduk-duduk di teras rumah kita bisa melihat pemandangan kota dan laut di bawah sana.

Belum ada angkutan umum yang sampai ke rumah kami. Jadi jika hendak turun ke kota, kita harus menggunakan ojek. Dan dilanjutkan dengan angkutan umum di daerah Kudamati.

Segala sesuatunya begitu sederhana dan menyenangkan. Sampai di satu titik, saya lupa bahwa saya adalah penulis yang manja. Saya tidak bisa menulis dalam keadaan yang ribut. Segala sesuatunya harus tenang. Sunyi. Tidak ada suara televisi, hingga suara orang-orang berbicara.

Dalam hal inilah maka saya belajar banyak. Tetangga yang tinggal persis di samping rumah kami memiliki kebiasaan memutar musik kencang-kencang (oh, ini kebiasaan orang Ambon pada umumnya, btw) dan tidak hanya itu, beberapa hari terakhir ini banyak anak-anak muda yang suka datang ke rumahnya dan berbicara dengan suara keras-keras. Dengan bunyi motor yang keras juga.

.___.

Menyebalkan!

Pekerjaan rumah penting bagi saya adalah: mencari waktu terbaik saya untuk menulis. Dalam hal ini saya harus cerdas. Bukan pekerjaan mudah tentu saja. 

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...