Thursday, February 2, 2012

Pergilah Ke Sekolah Minggu






Saya yang sekarang adalah saya yang dibentuk dari masa lalu. Tidak ada masa lalu yang buruk. Seburuk apapun kondisinya, ketika bersyukur akan membentuk sesuatu. Dibesarkan dengan dua orang tua yang selalu pindah-pindah tempat dari kecil karena pekerjaan. Ayah dan ibu tidak pernah berada di rumah bersama-sama kami.

Sejak kecil saya dan kedua kakak dititipkan ke oma dan tante. Saya tidak ingat saya merantau sejak umur berapa. Tetapi sejak TK saya ada di rumah tante dan beliau yang bertanggungjawab mengantar saya pergi dan pulang dari sekolah.

Hal manis yang paling saya ingat ketika kecil adalah pergi ke sekolah minggu. Gereja dan lingkungan Maluku yang ramah pada waktu itu seperti panggung. Ketika natal, saya yang waktu itu berumur empat tahun menghadapi panggung pertama saya.

Tidak hanya itu drama, puisi, menyanyi, cerdas cermat, merupakan panggung-panggung saya selanjutnya. Ketika ada yang bertanya: apa yang membuat saya begitu “jago bergaul” seperti sekarang? tidak ada jawaban lain selain pergilah ke sekolah minggu.

Di sana saya belajar bersosialisasi. Belajar menjadi ketua geng. Belajar mengkoordinir anak-anak lain untuk diam-diam melakukan kejahatan-kejahatan kecil. Haha. Bandel, iya. Saya anak yang tidak bisa diam. Sedikit tomboy. Dan keras kepala sejak kecil.

Sekolah minggu atau biasanya kami sebut dengan kata “sondagh” atau artinya “minggu” kalau tidak salah diambil dari bahasa belanda. Membuat kami anak-anak Maluku yang terbiasa pergi ke sekolah minggu punya “panggung” kami. Di sana kami belajar tampil. Dan akhirnya mencipta panggung kami sekarang di luar. 

Ibu menjahitkan saya beberapa baju ketika kecil dan akan saya pakai untuk membaca sajak ketika natal.

Sajak saya berbunyi “Yesus berkata akulah terang dunia.”

Apakah itu ayat favorit kamu?




2 comments:

  1. bener banget kak Theo....sekolah minggu adalah tempat pertama kita belajar memainkan "peran" yang lama-kelamaan malah menjadikan kita aktor dan aktris :D

    ReplyDelete
  2. terimakasih postingnya kak theo:)
    jadi ingat masa-masa "kejayaan" waktu di sekolah minggu. sangat ekspresif. tempat belajar hal-hal manis tentang Yesus.

    ReplyDelete

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...