Monday, February 6, 2012

[Semacam Ulasan] Buku Oeroeg, Hella. S. Haasse






Membaca Oeroeg karya Hella S. Haasse. Ketika membaca buku ini saya larut ke dalam persahabatan kental antara si tokoh “aku” dan Oeroeg. “Aku” adalah seorang anak Belanda yang ayahnya adalah administrateur di sebuah perkebunan dimana ayah Oeroeg—Deppoh bekerja sebagai mandor.

“Aku” adalah si tokoh kesepian yang tidak punya teman. Yang ketika dilahirkan hanya punya seorang teman yaitu Oeroeg. Karena kebetulan mereka juga dilahirkan dalam selang waktu yang tidak terlalu jauh. Kemudian mengalami petualangan-petualangan liar sejak kecil. Bermain di hutan. Menyerbu pohon-pohon. Menangkap binatang di sungai.

Persahabatan eksotik antara si “Aku” dan Oeroeg dengan segala perbedaan yang mereka miliki. Ada ketulusan yang ditemukan di dalam persahabatan ketika masih kecil, kemudian hal tersebut berubah ketika dewasa. Lantas kenapa? inilah yang mungkin disebut sebagai proses manusia dengan pilihan bebasnya mencari siapa yang akhirnya berhak menjadi “sahabat” dan siapa yang “tidak.”

Tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah daripada siapa. Walaupun yang satu anak mijhneer dan lainnya inlander. Atau warna kulit yang berbeda. Persahabatan jauh lebih daripada itu. Ia seperti mencintai tanah kelahiranmu—atau bangsamu.

Dan terkadang bangsamu tidak mencintaimu balik. Apakah ini sebuah ironi? Ya. Dalam hidup kadang kita mempunya hal-hal semacam ini. Mencintai terlalu banyak dan tidak dicintai balik. Tetapi kita tidak pernah tahu apa yang benar-benar ada di hati setiap orang bukan? Silakan pilih mau mencintai seperti "aku" atau Oeroeg? 

3 comments:

  1. sepertinya ini buku yang bagus.. :)

    ReplyDelete
  2. Saya pernah nonton filmnya saat SD atau SMP. Baru nemu bukunya pas kuliah..Senang sekali membacanya..

    ReplyDelete
  3. Saya dulu selalu memperhatikan cover buku ini setiap ke toko buku, tapi entah kenapa selalu ragu membelinya ...

    ReplyDelete

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...