Wednesday, February 1, 2012

Bukan Superhero




Saya sedang berpikir tentang sebuah pengalaman memiliki seseorang. Saya pernah menulis bahwa sebenarnya mungkin saya atau juga kamu yang membaca tulisan ini tidak pernah benar-benar bisa memiliki seseorang.

Untuk alasan cinta mati sekalipun. Kita tidak bisa memiliki seseorang. Karena setiap orang punya “free will” hal inilah yang pada akhirnya memiliki kita. Sedangkan cinta bagi saya juga punya “free will”-nya sendiri. Seperti cupid yang memanah. Ia hanya memanah. Tidak pernah merencanakan targetnya siapa.

Perjalanan dengan seseorang sepanjang hidup. Pahit dan manis. Patah hati tidak membuat saya dan kamu kapok jatuh cinta. Bagi saya berjalan dengan seseorang bukan persoalan fisik dimana saya akan eksis kelihatan berdua. Atau akan “eksis” ketika “kelihatannya” punya pacar. Lalu kemudian pacaran itu hanya sebatas “status” di facebook.

Ketika saya punya pengalaman bersama dengan seseorang itu seperti kisah. Kisah mengucap selamat pagi. Kisah bercerita sebelum tidur. Lalu seseorang itu bukan hanya pasangan. Tetapi kami adalah sahabat. Yang punya pengalaman bercinta yang hebat. Kemudian kami akan tertawa-tawa sampai pagi dengan bir.

Idealnya sih begitu. Seiiring dengan pengalaman. Saya kadang terlalu banyak dengar. Dia terlalu banyak cuek. Saya terlalu liar. Dan dia anak baik-baik. Seperti tidak seimbang. Kami seperti ada di frekuensi yang berbeda. Haha.

Bagi saya pasangan bukan superhero. Ia tidak perlu seperti batman atau superman. Ia hanya perlu ada di sana mengucap selamat pagi dan bercerita kembali sampai pagi setelah bercumbu lama.

Kalau saya dikasih Batman pada saat ini, 



saya akan setuju dengan statement Joker "It's simple. We, uh, kill the Batman."

2 comments:

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...